James Cameron Pertimbangkan Kurangi Peran Sutradara di Waralaba Avatar

Share

James Cameron memberi sinyal bahwa keterlibatannya sebagai sutradara waralaba Avatar mungkin akan segera berakhir setelah lebih dari dua dekade menggarap dunia Pandora.

Ia mulai mempertimbangkan untuk mengeksplorasi proyek film lain di luar semesta Avatar. Pernyataan ini disampaikan setelah menerima penghargaan Governor General's Performing Arts Award 2026 untuk Pencapaian Artistik Seumur Hidup.

"Ini adalah pertanyaan besar bagi saya saat ini, karena ada momentum yang sangat besar dalam semesta Avatar bagi saya selama 21 tahun terakhir, sejak kami memulainya pada tahun 2005. Saya sempat mengambil waktu sejenak untuk membangun kapal selam demi menyelam ke titik terdalam planet ini, tetapi kemudian saya kembali ke Avatar dan itu menjadi sebuah kontinuitas yang tidak terputus," ujar James Cameron, dilansir dari Detikcom.

Ia menambahkan saat ini tengah mengamati industri film dan memikirkan cerita lain yang ingin disampaikan kepada penonton. Cameron mulai mempertimbangkan berapa banyak proyek yang perlu disutradarainya sendiri dibandingkan mengambil peran sebagai penulis atau produser.

Fokus utama sutradara berusia 71 tahun ini adalah dampak positif dari proyek yang dipilihnya. "Saya mulai melihat semua proyek yang saya sukai dan bertanya, 'Bagaimana hal itu akan memperbaiki kondisi kita? Bagaimana hal itu akan membuat dunia menjadi lebih baik bagi anak-anak saya?'.

Saya belum membuat keputusan tersebut, saya masih dalam tahap memetakan babak terakhir karier saya. Saya tidak tahu apakah babak terakhir ini akan berlangsung setahun atau dua puluh tahun lagi," jelasnya.

Meskipun mempertimbangkan mengurangi keterlibatan langsung dalam penyutradaraan, jadwal perilisan Avatar 4 dan Avatar 5 tetap diproyeksikan pada tahun 2029 dan 2031. Sebagian pengambilan gambar film keempat telah selesai, namun Cameron mengisyaratkan rencana mengurangi keterlibatannya dalam detail produksi masa depan.

Dari sisi finansial, waralaba Avatar masih menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah perfilman. Film pertama yang dirilis pada 2009 memegang rekor film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan lebih dari 2,9 miliar dolar AS, diikuti film kedua yang meraih 2,3 miliar dolar AS dan film ketiga sebesar 1,5 miliar dolar AS, menurut Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author