Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait

Share

Militer Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas operasi udara Washington yang menggempur puluhan target mereka sebelumnya, dilansir dari Detikcom.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan telah menggempur lebih dari 80 target, termasuk 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Atas aksi tersebut, Teheran membalasnya dengan meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim mengerahkan pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan untuk menyasar 85 instalasi militer utama AS di Pelabuhan Salman, Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.

"Pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam, dalam operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 instalasi militer utama Amerika di Pelabuhan Salman, wilayah Armada Kelima AS di Bahrain," demikian pernyataan IRGC.

Selain menyasar Bahrain, militer Iran juga mengaku telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Kementerian Dalam Negeri Bahrain langsung mengaktifkan sirene peringatan untuk masyarakat di tengah serangan tersebut.

Aksi saling serang ini memicu lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 3% menjadi US$76 per barel karena kekhawatiran gangguan arus energi di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Washington melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata setebal 14 halaman yang baru ditandatangani kedua negara pada 17 Juni 2026.

Ia menegaskan serangan AS dan pemberlakuan kembali sanksi minyak membuat kesepakatan tersebut tidak efektif, serta memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak mengizinkan wilayahnya menjadi basis serangan terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi keji yang merusak upaya penurunan eskalasi konflik di kawasan.

Sementara itu, eskalasi terbaru ini bermula dari tuduhan AS terkait serangan terhadap tiga kapal tanker komersial di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, yang kemudian direspons Washington dengan menggempur wilayah pesisir Iran termasuk Bandar Abbas dan Sirik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author