IPDN Periksa Detail Penampilan Fisik Calon Praja dalam Seleksi

Share

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menerapkan salah satu sistem seleksi masuk perguruan tinggi kedinasan yang paling ketat di Indonesia. Selain menguji aspek pengetahuan, kesehatan, dan kesamaptaan, kampus ini juga mengaudit penampilan fisik para pendaftar secara mendetail.

Perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini bertugas mencetak kader pemerintahan. Lulusannya dipersiapkan untuk mengisi pos pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah.

Seperti dikutip dari Keputusan Mendagri tentang Pedoman Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN, pemeriksaan penampilan bertujuan memilih postur tubuh yang ideal. Hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik penugasan aparatur sipil negara.

Proses evaluasi fisik ini melibatkan lima tahapan utama yang mencakup penilaian visual hingga pengukuran teknis tubuh peserta.

Pertama, panitia melakukan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung rasio indeks (RI) demi menemukan berat ideal. Kedua, dilakukan pemeriksaan tipe tubuh untuk mengategorikan peserta ke dalam kelompok ecthomorph (kurus), mesomorph (atletis), atau endomorph (gemuk).

Ketiga, tim penguji mengidentifikasi kelainan tubuh, baik pada struktur anatomi maupun komposisi letak bagian tubuh yang tidak simetris. Keempat, panitia mengambil dan mengukur foto postur peserta untuk mendeteksi ketidaksimetrisan yang tidak kasat mata secara akurat.

Kelima, seleksi dilanjutkan dengan pemeriksaan sikap, gerak, dan penampilan secara keseluruhan. Tahap akhir ini bertujuan menilai tingkat ketangkasan gerakan yang dimiliki oleh setiap calon peserta.

Daftar Kelainan Anatomi yang Diperiksa

Identifikasi kelainan struktur anatomis dilakukan secara sistematis berurutan dari ujung kepala hingga ujung kaki calon peserta. Pemeriksaan ini mencakup area mata, gigi, kualitas suara, serta kondisi wajah dan badan.

Tim penguji juga mendeteksi kondisi kepala yang miring ke kanan atau kiri, postur kepala (head posture), bahu miring, serta bahu rendah. Aspek dada pipih, posisi bahu ke depan atau belakang, hingga kelainan tulang belakang seperti lordosis, kyphosis, dan scoliosis ikut diperiksa.

Selanjutnya, pemeriksaan menyasar keseimbangan panggul, kondisi perut buncit, pinggul ke depan, serta lutut yang maju ke depan. Kelainan kaki berbentuk X, kaki berbentuk O, sudut telapak kaki, kondisi kaki datar (foot flat), sikap, cara berjalan, serta gerak anggota badan turut dinilai.

Kepastian Jadwal Pendaftaran SPCP 2026

Pendaftaran sekolah kedinasan termasuk IPDN menjadi seleksi yang dinanti lulusan SMA/SMK sederajat karena status kelulusannya yang langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Masa pendaftaran tahun lalu berlangsung pada 29 Juni hingga 18 Juli. Dilansir dari Detikcom, kepastian informasi mengenai jadwal pendaftaran SPCP 2026 belum diumumkan hingga minggu pertama Juli.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wisudo Putro Nugroho menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial (Kemensos).

"Ia pun meminta para calon pelamar untuk sabar menanti informasi terbaru terkait seleksi sekolah kedinasan 2026."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author