Investor Pertanyakan Porsi Free Float Saham IPO Rans Entertainment
Investor ritel di media sosial tengah menyoroti posisi free float dalam rencana penawaran umum perdana saham atau IPO PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Porsi pelepasan saham tersebut dinilai tidak sejalan dengan regulasi terkini Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memperhitungkan aspek kapitalisasi pasar.
Perdebatan mengenai free float perusahaan hiburan ini awalnya mencuat melalui unggahan akun @wasjiher di platform Thread. Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (24/6/2026), unggahan viral tersebut telah dibagikan hampir seribu kali dan menuai ratusan respons dari netizen hingga pukul 12.20 WIB.
Perusahaan milik pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini berencana melepas sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.
RANS menetapkan rentang harga penawaran awal sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham selama masa book building. Menggunakan batas bawah harga Rp135 per saham, nilai kapitalisasi pasar perusahaan tercatat mencapai Rp1,7 triliun.
Nilai kapitalisasi pasar tersebut berpotensi melonjak hingga Rp2,14 triliun jika harga pelaksanaan IPO berada di tingkat tertinggi yaitu Rp170 per saham. Kondisi inilah yang memicu kritik dari kalangan investor publik.
Sejumlah investor berpendapat bahwa RANS seharusnya melepas minimal 25% saham ke masyarakat. Pandangan ini mengacu pada regulasi terbaru BEI yang mewajibkan porsi free float minimal 25% bagi calon emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.
Ketentuan teknis tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 mengenai Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Aturan ini sudah berlaku sejak 31 Maret 2026.
Berdasarkan dokumen prospektus IPO, manajemen RANS diketahui sempat membagikan saham bonus kepada para pemegang saham lama. Langkah ini berjalan beriringan dengan agenda peningkatan modal ditempatkan dan disetor perusahaan pada akhir tahun 2025.
Manajemen meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp40,33 miIiar menjadi Rp100,84 miliar pada periode akhir 2025. Penambahan ini bersumber dari kapitalisasi agio saham perseroan hingga tahun buku 31 Desember 2025 senilai Rp60,5 miliar.
Aksi korporasi ini diserap secara proporsional oleh para pemegang saham terdahulu. Laporan keuangan yang memuat kapitalisasi agio saham tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono dan Chandra.
Melalui kebijakan ini, Raffi Farid Ahmad menerima saham bonus sebanyak 952,02 juta lembar atau setara Rp47,6 miliar. Sementara PT Indonesia Entertainment Grup memperoleh 109,38 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp5,46 miliar.
Pihak investor lain seperti Soutal Ariq Rachman mendapatkan 41,46 juta saham senilai Rp2,07 miIiar, disusul Dony Oskaria selaku Bos Danantara dengan 41,43 juta lembar saham senilai Rp2,07 miIiar, dan Sutanto Hartono sebesar 17,28 juta lembar saham senilai Rp864 juta.
Nagita Slavina Mariana Tengker tercatat mengambil bagian 14,97 juta lembar saham senilai Rp748,5 juta. Selanjutnya Kaesang Pangarep memperoleh 13,83 juta lembar saham senilai Rp691,5 juta, Hikmat Janika sebesar 10,35 juta lembar saham senilai Rp517,5 juta, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi senilai Rp460,5 juta untuk 9,21 juta lembar saham.
Hingga informasi ini diturunkan, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik porsi free float RANS yang sedang berkembang di kalangan investor ritel tersebut.