Investor Kakap Ramai-Ramai Borong Saham LUCY

Share

Sejumlah investor besar tercatat mulai masuk ke PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), perusahaan pengelola rooftop bar Lucy in The Sky di SCBD Sudirman, Jakarta. Seperti dikutip dari Bloombergtechnoz, kedatangan para pemodal kakap ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap pergerakan saham emiten tersebut. Salah satu nama besar yang muncul adalah Happy Hapsoro, yang menanamkan modal melalui perusahaan investasinya, PT Sentosa Bersama Mitra.

Berdasarkan data kepemilikan terbaru, PT Sentosa Bersama Mitra kini menguasai 75 juta lembar saham atau setara dengan 4,95 persen kepemilikan di LUCY dengan nilai mencapai Rp48,4 militar.

Selain itu, pemilik Henan Sekuritas, Ferry Sudjono, juga ikut mengambil langkah serupa dengan memborong saham atas nama pribadi. Ferry Sudjono tercatat menyabet 60 juta lembar saham atau mencakup 3,96 persen dari total saham yang beredar di pasar.

Arus modal dari investor institusi lain juga terlihat dari aksi beli yang dilakukan oleh HP Capital Resources yang kini menggenggam 4,69 persen saham. Langkah ini menyusul kepemilikan PT Pijar Investasi Nusantara sebesar 4,62 persen dan PT Nusantara Jaya Kulina yang juga mengapit 4,62 persen saham.

Sementara itu, PT Tata Tirta Datun juga tercatat ikut memiliki porsi saham di emiten ini dengan mengantongi 2,06 persen dari total saham beredar. LUCY mengoperasikan lini bisnis rooftop garden bar dan menyediakan berbagai layanan hiburan, mulai dari penyelenggaraan acara hingga layanan makanan dan minuman. Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2021 melalui perdagangan di Papan Akselerasi dengan nilai nominal Rp10 per lembar saham.

Saat melakukan penawaran umum perdana atau listing pertama kali pada 5 Mei 2021, harga saham LUCY dipatok senilai Rp100 per lembar.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sebanyak 337,5 juta lembar saham kepada publik dan berhasil menghimpun dana segar senilai Rp33,75 miliar. Pada masa awal pencatatannya, perusahaan ini sempat menarik perhatian masyarakat setelah menggandeng figur publik Wulan Guritno yang menjabat sebagai salah satu Komisaris. Struktur manajemen kembali diperbarui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 yang menempatkan Junior John Rorimpandey atau Chef Juna sebagai Komisaris Independen.

Koki profesional sekaligus juri MasterChef Indonesia tersebut menduduki posisi dewan komisaris bersama Yan Satyananda yang menjabat sebagai Komisaris Utama.

Fluktuasi Harga dan Aksi Divestasi Saham

Pergerakan saham LUCY baru-baru ini diwarnai oleh aksi divestasi yang dilakukan oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP) mereka, PT Delta Wibawa Bersama. PT Delta Wibawa Bersama melepas sebanyak 378,6 juta lembar saham atau setara dengan 25 persen dari total kepemilikan mereka di emiten tersebut.

Langkah pelepasan kepemilikan ini terjadi setelah harga saham sempat mengalami lonjakan signifikan sebelum akhirnya terkoreksi tajam. Data pasar menunjukkan harga saham LUCY sempat merosot hebat hingga amblas lebih dari 76 persen secara point-to-point.

Padahal, saham emiten pengelola bar ini sempat mencetak rekor tertinggi di level Rp2.290 per lembar saham pada perdagangan 19 Februari 2026. Sebelum lonjakan tersebut terjadi, tren pergerakan saham cenderung stagnan dan hanya bergerak di kisaran Rp100 hingga Rp200 per lembar selama periode lima tahun. Fase gejolak tinggi kemudian membawa saham ini meroket hingga 1.960 persen dari posisi awal Rp111 per lembar menuju titik puncaknya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan sejak November 2025.

Setelah mencapai rekor tertinggi tersebut, pergerakan saham berbalik arah dan memasuki tren bearish hingga ditutup pada level Rp530 per lembar saham pada perdagangan kemarin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author