Investor Asing Catat Net Sell Rp525 Miliar Saat IHSG Melemah

Share

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing mencapai Rp525,37 miliar mewarnai kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,94 persen atau melemah 305,94 poin ke level 5.889,48 pada penutupan perdagangan sesi pertama Rabu (3/6).

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menyentuh angka Rp14,71 triliun di pasar reguler dan ditambah sebesar Rp289 pipit miliar pada pasar negosiasi. Kemerosotan pada pertengahan pekan ini membawa indeks saham domestik mencetak rekor terendah baru, melampaui gejolak penurunan saat perang tarif Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada April 2025.

Penetapan outlook negatif dari Moody’s terhadap peringkat Baa2 untuk PT Danantara Investment Management serta pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 7,52 persen sejak awal tahun menjadi faktor penekan indeks. Di samping itu, kenaikan harga minyak dunia turut memicu kekhawatiran pelaku pasar modal terhadap pergerakan inflasi nasional.

“Meskipun laju inflasi masih dalam kisaran target BI (1.5%-3.5%), namun jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, dikhawatirkan inflasi akan kembali meningkat,” jelas analis Phintraco Sekuritas.

Kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang sedang menunggu pengumuman resmi dari MSCI terkait klasifikasi ulang pasar untuk Indonesia yang dijadwalkan rilis pada 18 Juni 2026. Keputusan tersebut krusial karena akan menetapkan posisi Indonesia apakah bertahan di kelompok emerging market atau turun ke kelompok frontier market.

Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan oleh pengelola indeks global tersebut dengan memperpanjang masa peninjauan saham Indonesia guna memantau transparansi data otoritas bursa. Langkah ini mengikuti kebijakan MSCI sebelumnya yang telah mengeluarkan 18 saham Indonesia dari Global Standard Index per 29 Mei 2026 akibat konsentrasi kepemilikan kelompok tertentu, termasuk saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Aliran dana keluar asing pada sesi pertama ini dominan menekan sektor perbankan yang memimpin jajaran penjualan terbesar. Sebaliknya, beberapa saham di sektor pertambangan masih membukukan akumulasi beli oleh investor internasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg investasi pasar modal saham
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author