Investor Asing Lepas Saham BBCA Saat IHSG Turun Tajam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam sebesar 252,64 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,13 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penurunan signifikan ini diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) yang masif oleh investor asing di pasar modal Indonesia.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan bearish bursa domestik memicu investor asing mencatatkan net sell senilai Rp587,21 miliar pada pasar reguler. Sementara itu, total aksi jual bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp447,05 miliar.
Aktivitas pelepasan saham oleh investor asing paling tinggi menyasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp489,11 miliar. Tekanan jual tersebut mengakibatkan harga saham BBCA terkoreksi 4,44 persen hingga berakhir di posisi Rp4.850 per saham.
Selain perbankan, beberapa sektor komoditas dan infrastruktur juga mengalami tekanan jual serupa dari pemodal internasional. Berikut adalah daftar lengkap sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada perdagangan tersebut:
| Peringkat | Kode Saham | Nama Perusahaan | Nilai Net Sell |
|---|---|---|---|
| 1 | BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | Rp489,11 miliar |
| 2 | BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | Rp298,48 miliar |
| 3 | TLKM | PT Telkom Indonesia Tbk | Rp135,95 miliar |
| 4 | ANTM | PT Aneka Tambang Tbk | Rp132,68 miliar |
| 5 | AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk | Rp77,59 miliar |
| 6 | MDKA | PT Merdeka Copper Gold Tbk | Rp31,5 miliar |
| 7 | ITMG | PT Indo Tambangraya Megah Tbk | Rp30,84 miliar |
| 8 | BREN | PT Barito Renewables Energy Tbk | Rp29,34 miliar |
| 9 | PSAB | PT J Resources Asia Pasifik Tbk | Rp25,05 miliar |
| 10 | CUAN | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | Rp24,41 miliar |
Sebaliknya, arus modal masuk asing justru terakumulasi pada saham terafiliasi Barito Group, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Pembelian bersih (net buy) investor asing pada saham TPIA tercatat sebesar Rp258,36 miliar, yang sekaligus mendorong harga sahamnya melonjak 22,99 persen menuju level Rp1.605 per saham.