Investor Asing Jual Saham BBCA dan BBRI hingga Level Terendah

Share

Aksi jual bersih oleh investor asing menekan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026).

Dilansir dari id.tradingview.com dan insight.kontan.co.id, saham BBCA ditutup merosot 1,81 persen ke level Rp5.425 per saham, yang mencerminkan penurunan 32,82 persen secara tahun berjalan dan penyusutan 47,8 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada Maret 2024.

Sementara itu, saham BBRI ditutup anjlok 3,1 persen ke posisi Rp2.810 per saham pada hari yang sama, sehingga secara tahun berjalan mengalami pelemahan sebesar 23,22 persen.

Berdasarkan data KSEI, kepemilikan asing pada saham BBCA per akhir Mei 2026 turun 10,07 persen dibandingkan akhir Desember 2025 dengan nilai jual bersih mencapai Rp31,34 triliun sepanjang tahun berjalan, sedangkan kepemilikan asing di BBRI menyusut 6,0 persen dengan nilai penjualan Rp9,57 triliun.

Fortuneidn.com melaporkan bahwa pada pembukaan sesi pertama perdagangan Kamis (4/6/2026), harga saham BBCA sempat dibuka melemah 50 poin atau 0,90 persen ke posisi Rp5.475 dari harga penutupan hari sebelumnya di level Rp5.525, seiring penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meskipun saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga ikut melemah, posisi harga kedua bank tersebut tercatat masih lebih tinggi dibandingkan level harganya pada lima tahun lalu.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa penurunan harga saham dipicu oleh sentimen kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 dan depresiasi nilai tukar rupiah.

"Sektor perbankan itu punya korelasi yang erat dengan makro ekonomi domestik. Pelemahan kurs rupiah akan memicu offload investor asing," kata Nafan saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).

Nafan menambahkan bahwa pelemahan ini bersifat jangka pendek karena kinerja laba bersih BBCA dan BBRI tetap solid pada empat bulan pertama 2026, sehingga ia tetap merekomendasikan akumulasi bertahap dengan target harga BBCA sebesar Rp8.375 dan BBRI sebesar Rp3.670.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Aziz Setiyo Wibowo turut menyampaikan optimisme bahwa saham perbankan besar ini akan kembali menguat mengingat valuasinya yang saat ini sudah berada di posisi rendah.

Aziz memproyeksikan pergerakan teknikal BBCA sedang membentuk fenomena candle doji dengan level support Rp5.300 dan target harga jangka pendek di rentang Rp5.875 sampai Rp5.900, sementara saham BBRI memiliki titik support di Rp2.780 dengan target jangka pendek Rp3.070.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author