Investor Asing Borong Saham BUMI di Tengah Tekanan Jual Massal

Share

Perdagangan saham investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5/2026) berbalik ke zona hijau dengan mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar 1,41 miliar lembar. Capaian ini melonjak signifikan setelah pada hari bursa sebelumnya, Senin (18/5/2026), pasar ditutup dengan penjualan bersih sebesar 81,29 juta lembar.

Dilansir dari idnfinancials.com, volume pembelian asing meningkat dari 6,43 miliar menjadi 9,72 miliar lembar saham. Sebaliknya, volume penjualan asing juga naik dari 6,52 miliar menjadi 8,30 miliar lembar saham. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan net buy mencapai 370,26 juta lembar.

Meskipun mencatatkan pembelian bersih yang tinggi dari asing di akhir hari, saham emiten batu bara ini sempat mengalami tekanan hebat pada sesi I perdagangan Selasa (19/5/2026) pukul 11.29 WIB. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang dikutip investor.id via pojokpapua.id, harga saham BUMI sempat anjlok 5,84 persen ke level Rp 194 setelah terjadi aksi jual massal oleh investor domestik dan asing.

Tekanan jual yang masif sempat membawa saham BUMI menyentuh harga Rp 182 per lembar, yang menjadi level terendah sepanjang tahun berjalan ini. Total nilai transaksi saham BUMI pada sesi tersebut mencapai Rp 686 miliar dengan volume perdagangan 3,36 miliar saham. Tren ini memperparah performa saham BUMI yang sudah merosot 3,74 persen ke posisi Rp 206 pada hari Senin akibat aksi lepas saham oleh investor asing senilai Rp 16,5 milar.

Sebelum pergerakan harga saham BUMI merosot tajam melewati batas psikologis pada perdagangan Selasa, institusi sekuritas sebenarnya melihat adanya peluang penguatan teknikal untuk strategi jangka pendek. Analisis teknikal menunjukkan bahwa area harga emiten pertambangan grup Bakrie dan Salim ini berada pada posisi beli yang cukup menarik bagi pelaku pasar.

"BUMI spec buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-214," tulis BNI Sekuritas pada perdagangan, Selasa (19/5/2026).

Rekomendasi tertulis tersebut dikeluarkan oleh tim analis sekuritas untuk memproyeksikan potensi penguatan menuju batas atas terdekat. Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman juga menegaskan pentingnya kedisiplinan pemodal dalam membatasi risiko kerugian jika harga saham turun melewati batas bawah psikologis.

"BUMI spec buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-214," tulis BNI Sekuritas pada perdagangan, Selasa (19/5/2026).

Pelemahan tajam saham BUMI beriringan dengan penurunan mendalam yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dilansir dari asatunews.co.id via pojokpapua.id, BRI Danareksa Sekuritas mengidentifikasi beberapa faktor makro sebagai pemicu utama, seperti merosotnya nilai tukar rupiah di atas Rp 17.700 per dolar AS yang memicu risiko foreign outflow, penundaan status pasar oleh FTSE Russell, penghapusan beberapa saham dari indeks MSCI, serta ketegangan geopolitik global antara AS dan Iran.

Meskipun pasar bergejolak, data bursa memperlihatkan investor domestik melalui sejumlah broker tetap aktif melakukan akumulasi saham BUMI pada perdagangan sebelumnya. Maybank Sekuritas Indonesia mencatat pembelian bersih domestik senilai Rp 155,9 miliar dengan harga rata-rata Rp 222, disusul Stockbit Sekuritas sebesar Rp 78,1 miliar, Indo Premier Sekuritas Rp 72,5 miliar, dan Mandiri Sekuritas senilai Rp 70,7 miliar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author