PT KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet dan BNI City Selesai September 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan proyek integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dapat mulai dioperasikan pada 28 September 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan layanan KRL Jabodetabek melalui penataan alur penumpang, peningkatan keselamatan operasi, serta perbaikan akses di sekitar kawasan stasiun, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (9/7/2026).
Rencana penggabungan dua titik transportasi ini disiapkan secara matang oleh pihak manajemen. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proses penataan ini dilakukan secara berhati-hati karena melibatkan wilayah yang padat aktivitas masyarakat urban.
"Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman. KAI juga memahami bahwa kawasan ini hidup bersama aktivitas masyarakat mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap dan tetap mendengar masukan," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Penataan infrastruktur ini akan mengubah fungsi area Stasiun Karet menjadi ruang penghubung atau concourse menuju Stasiun BNI City. Fasilitas pendukung seperti travelator dengan pendingin udara juga disediakan demi kenyamanan mobilisasi pengguna jasa kereta api.
Proses penyaringan penumpang atau aktivitas gate-in dan gate-out nantinya bakal dipusatkan sepenuhnya di Stasiun BNI City. Sementara itu, area Stasiun Karet tetap difungsikan sebagai akses pendukung yang telah ditata rapi guna mengatasi masalah kedekatan jarak antardua stasiun yang memengaruhi pola operasi kereta.
"Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya," tutur Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Data volume penumpang KAI mencatat pergerakan yang sangat masif di kawasan tersebut. Sepanjang Semester I-2026, akumulasi aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun Karet menyentuh angka 7.257.442, sedangkan Stasiun BNI City mencatat sebanyak 2.688.254 aktivitas.
Secara keseluruhan, pergerakan penumpang di kedua stasiun tersebut mencapai 9.945.696 orang pada paruh pertama tahun 2026, setelah sebelumnya mencatatkan total 29.089.290 pergerakan sepanjang tahun 2025. Peran Stasiun BNI City juga krusial bagi Commuter Line Basoetta yang melayani 1.197.413 penumpang pada Semester I-2026, atau tumbuh 12,71 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 1.062.415 orang.
"Angka pelanggan di kawasan ini besar. Artinya, setiap perubahan harus disiapkan dengan cermat. KAI ingin pelanggan tetap mudah mengakses layanan, sementara lingkungan sekitar juga ditata agar lebih rapi, aman dan nyaman," imbuh Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.