Inggris Lolos Perempat Final Piala Dunia Usai Tekuk Meksiko
Tim nasional Inggris berhasil memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 dalam pertandingan sengit di Stadion Azteca.
Dilansir dari Goal.com, skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut mampu bertahan di tengah tantangan ketinggian dan atmosfer tekanan suporter tuan rumah, meski harus bermain dengan 10 orang selama 40 menit terakhir setelah Jarell Quansah menerima kartu merah.
Kemenangan bersejarah ini mencatatkan Inggris sebagai tim pertama yang pernah mengalahkan Meksiko di Stadion Azteca dalam laga Piala Dunia. Pertandingan dramatis ini diwarnai oleh dua gol cepat Jude Bellingham sebelum turun minum, serta kartu merah Quansah yang menjadikannya pemain Inggris pertama yang diusir keluar lapangan di turnamen ini sejak Wayne Rooney pada tahun 2006.
Tekanan besar sepanjang pertandingan memicu emisi emosi yang luar biasa saat peluit panjang berbunyi, hingga kapten Harry Kane berteriak sangat keras bersama para pendukung yang datang sampai kehilangan suaranya. Perayaan meriah kemudian berlanjut di ruang ganti, yang diwarnai oleh aksi jenaka bek John Stones yang berpura-pura cedera bahu untuk mengerjai sang manajer.
Dalam cuplikan video ruang ganti Tiga Singa yang disiarkan BBC, Thomas Tuchel terlihat ikut bertepuk tangan mengikuti musik, sebelum menghentikan sejenak perayaannya karena khawatir saat Declan Rice memberi tahu bahwa John Stones mengalami cedera bahu. Namun, Stones yang semula memegangi bahunya langsung melompat kegirangan merayakan suasana yang kemudian memicu tawa rekan-rekannya dan kelegaaan bagi Tuchel.
"It's feeling better now, it's feeling better – it has its ups and downs," joked John Stones kepada media internal Inggris.
Aksi usil Stones tersebut dilakukan setelah gelandang Jordan Henderson mengalami cedera aneh akibat terjatuh saat melompati papan iklan setelah pertandingan usai berakhir.
"I tried to keep a straight face as I was doing it because I saw he [Tuchel] was concerned and thinking, 'has he actually hurt himself?'." tambah John Stones.
Stones, yang sebelumnya menjadi starter dalam kemenangan pembuka Inggris 4-2 atas Kroasia dan tampil di menit-menit akhir saat menang 2-1 atas DR Kongo, masuk bermain di sisa waktu setengah jam melawan Meksiko setelah Bukayo Saka ditarik keluar akibat kartu merah Quansah.
"Especially after what Hendo had just done outside, he didn't know what was going to come but it was good vibes in there." lanjut John Stones.
Video momen keakraban antara Stones dan Tuchel tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.
"I didn't think it would get that much traction to be fair." kata John Stones.
Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, yang menjadi komentator di studio BBC memberikan pandangan kritis terhadap perayaan meriah yang dianggapnya terlalu dini tersebut.
"I’m a bit more old school. After you win anything… I know you’ve got to enjoy it but I think it’s a bit too soon." ujar Wayne Rooney.
Sebaliknya, legenda Chelsea, Cesar Azpilicueta, yang juga berada di studio tersebut tidak setuju dengan Rooney dan membela tindakan para pemain.
"As a player, when you have had these kinds of games against a host, this atmosphere, you have to enjoy it. Life is about balance, football is about balance, you have to enjoy it. Now they will recover and be ready for another game." kata Cesar Azpilicueta.
Hasil impresif ini membawa Inggris melaju ke babak perempat final untuk menghadapi tantangan dari Norwegia. Pelatih Thomas Tuchel kini menghadapi masalah di lini pertahanan karena harus merombak lini belakang akibat absennya Quansah yang terkena skorsing karti merah.