Indosat Nilai Registrasi Biometrik Buka Peluang Bisnis KYC

Share

Penerapan registrasi pelanggan seluler berbasis biometrik dinilai membuka peluang model bisnis baru berbasis identitas terverifikasi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Selasa, 28 Juli 2026. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan langkah ini sekaligus memperkuat keamanan ekosistem telekomunikasi nasional. Verifikasi biometrik memastikan pencocokan data kependudukan langsung dengan pusat data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Hal tersebut memberikan kepastian bahwa nomor telepon benar-benar digunakan oleh pemilik identitas yang sah. "Memang kami melihat ada potensi, karena dengan biometrik pelanggan jadi terverifikasi. Biometrik membantu menempatkan nomor dengan muka atau mengidentifikasi pemilik nomor," kata Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Skema verifikasi wajah tersebut dinilai berpotensi mendatangkan sumber pendapatan baru di masa depan. Kerjasama layanan Know Your Customer (KYC) dengan berbagai sektor menjadi salah satu bentuk monetisasi yang berpeluang dikembangkan operator.

"Dari situ kami melihat peluang ada monetisasi ke depannya, di mana kami bisa bekerja sama terkait KYC pelanggan karena nomor pelanggan itu adalah milik Anda yang sudah terverifikasi datanya. Itu yang kami melihat ke depannya bisa ada peluang ke sana," kata Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison. Selain potensi bisnis, kebijakan ini diyakini bakal meningkatkan kualitas basis pelanggan secara keseluruhan. Praktik bongkar pasang atau berganti-ganti kartu SIM diperkirakan akan berkurang secara signifikan.

"Yang kami dapatkan di sini adalah pelanggan yang berkualitas. Mungkin pelanggan yang gonta-ganti nomor itu diharapkan akan terus menurun. Jadi kami melihat pelanggan di sini pelanggan berkualitas dan loyal, yang tentu memberikan keuntungan, baik bagi operator maupun pelanggan sendiri," kata Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Penggunaan identitas yang tervalidasi juga menjadi instrumen penting dalam meminimalisasi tindak kejahatan digital. Pelaku kejahatan bakal berpikir ulang sebelum menggunakan nomor seluler untuk aksi penipuan maupun penyebaran pesan spam.

"Registrasi biometrik akan menekan upaya spam dan scam karena dengan adanya nomor yang melekat pada orang, tentunya akan berpikir dua kali untuk melakukan penipuan. Proses penanganan scam dan spam yang kami lakukan juga akan sangat terbantu karena nomor-nomor anonim atau tidak jelas akan semakin berkurang dengan adanya verifikasi biometrik," kata Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison. Pemerintah sendiri telah memberlakukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler secara penuh mulai 1 Juli 2026. Aturan ini mewajibkan verifikasi biometrik wajah bagi setiap pelanggan baru demi menekan penipuan daring serta membenahi akurasi data pengguna.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author