Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Rudal Supersonik BrahMos
Kerja sama mengenai rudal jelajah supersonik BrahMos disepakati dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Senjata ini dikenal mempunyai tingkat akurasi serta kecepatan yang tinggi.
Kemitraan strategis antara India dan Rusia menjadi dasar pengembangan rudal BrahMos, seperti dikutip dari laman resmi BrahMos Aerospace. Penamaan senjata ini berasal dari perpaduan dua nama sungai, yaitu Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia.
Teknologi yang tertanam pada sistem pertahanan ini dinilai sebagai salah satu yang paling mutakhir di dunia. Kemampuan utamanya terletak pada daya serang dengan akselerasi tinggi yang didukung oleh ketepatan sasaran.
BrahMos sekaligus mencatatkan diri sebagai senjata skala penuh pertama produksi India yang berhasil diekspor ke pasar internasional. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut alutsista ini sebagai kebanggaan nasional sekaligus sistem penangkal dengan teknologi paling maju di kelasnya.
Mekanisme operasional rudal BrahMos berlangsung melalui dua tahapan utama. Fase awal digerakkan oleh mesin pendorong propelan padat untuk menggapai kecepatan supersonik sebelum akhirnya terlepas, kemudian fase berikutnya mengandalkan ramjet cair yang memacu rudal mendekati kecepatan Mach 2,8 saat melakukan penjelajahan.
Daya hancur rudal ini diperkuat oleh energi kinetik yang masif sewaktu terjadi benturan, dengan kemampuan mengangkut hulu ledak konvensional hingga seberat 200 kg.
Sistem pemandu perangkat lunak terintegrasi yang canggih serta teknologi siluetan telah melengkapi perangkat pertahanan ini.
Ketinggian terbang saat fase jelajah mampu mencapai 15 kilometer, namun posisinya dapat turun drastis hingga menyentuh 5 meter saja ketika mendekati titik sasaran akhir.
Kemampuan Brahmos mencakup kecepatan tiga kali lipat lebih tinggi, energi kinetik sembilan kali lebih besar, serta radius pencarian tiga hingga empat kali lipat lebih luas jika dikomparasikan dengan rudal jelajah subsonik modern.
Rincian Dokumen Kesepakatan Strategis
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi sebelumnya telah menelurkan 16 poin kesepakatan, termasuk di dalamnya pengadaan sistem pertahanan rudal jelajah supersonik BrahMos, seperti dilansir dari Detikcom.
"Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," kata Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Salah satu dokumen yang disahkan di hadapan kedua pemimpin negara melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia serta Indian Space Research Organisation terkait perpanjangan kemitraan eksplorasi antariksa untuk misi damai.
Pemerintah Indonesia dan India turut mengumumkan 15 dokumen kerja sama lain yang mencakup sektor pertahanan, energi, kesehatan, budaya, hingga teknologi. Berikut daftar lengkap kesepakatan tersebut:
1. Perpanjangan Framework Agreement antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Indian Space Research Organisation (ISRO) tentang kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
2. Perpanjangan protokol Nota Kesepahaman tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
3. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang penanggulangan bencana.
4. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
5. Pengaturan Pelaksanaan (Implementing Arrangement) mengenai kolaborasi tenaga kesehatan.
6. Letter of Intent (LoI) untuk konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
7. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan.
8. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang regulasi produk medis.
9. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pertanian.
10. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pengelolaan dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu.
11. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penelitian, teknologi, dan inovasi.
12. Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos dan Kementerian Pertahanan.
13. Perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
14. Nota Kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd., dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
15. Strategic Joint Venture antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
16. Nota Kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama.