Imbal Hasil Obligasi Gilt Inggris Turun Dorong Penguatan Indeks FTSE 100
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris atau Gilt berhasil mendorong indeks saham unggulan FTSE 100 menguat selama empat hari berturut-turut hingga mencapai level 10.445 poundsterling pada Kamis, 21 Mei 2026.
Kenaikan indeks saham ke titik tertinggi sejak 6 Mei 2026 ini dipicu oleh rilis data makroekonomi domestik yang bervariasi, sehingga mengurangi probabilitas Bank Sentral Inggris atau BoE untuk memotong suku bunga pada tahun ini.
Berdasarkan data ekonomi yang dirilis sepanjang pekan ini, angka lowongan kerja di Inggris merosot ke level terendah dalam lima tahun, tingkat pengangguran naik menjadi 5 persen, dan jumlah karyawan di daftar gaji berkurang sebanyak 100.000 orang.
Selain itu, tingkat inflasi indeks harga konsumen atau CPI April 2026 dilaporkan mereda ke angka 2,8 persen dengan inflasi inti turun menjadi 2,5 persen akibat intervensi regulator energi Ofgem, meskipun pelonggaran ini diperkirakan hanya berlangsung singkat karena Ofgem diproyeksikan menaikkan harga pada Juli mendatang.
Tekanan ekonomi bertambah setelah data teranyar menunjukkan penjualan ritel Inggris bulan April jatuh sebesar 1,3 persen secara bulanan, sementara penjualan inti merosot 0,4 persen yang mencerminkan rapuhnya kondisi konsumen dan ekonomi Inggris saat ini.
Rangkaian data tersebut memicu pemulihan di pasar obligasi, di mana imbal hasil Gilt tenor 10 tahun turun selama dua hari berturut-turut ke level 4,95 persen dari rekor tertinggi tahunan 5,20 persen, sedangkan imbal hasil tenor lima tahun melorot ke posisi 4,5 persen dari level tertinggi bulan ini di 4,72 persen.
Pergerakan indeks FTSE 100 juga dipengaruhi oleh laporan kinerja keuangan kuartalan sejumlah emiten besar, seperti BT Group yang mencatatkan penurunan langganan pita lebar sebesar 850.000, serta laporan pendapatan dari Burberry, 3i Group, Land Securities, National Grid, dan ICG.
Secara teknikal, pergerakan indeks yang melampaui indikator Exponential Moving Average 50 hari dan pembentukan pola grafik inverted head and shoulders membuka peluang bagi pergerakan bullish menuju level resistensi berikutnya di kisaran 10.800 poundsterling.