Ilia Topuria Incar Islam Makhachev demi Persaingan di UFC
Juara kelas bulu UFC Ilia Topuria menegaskan bahwa keinginannya untuk menantang juara kelas welter Islam Makhachev didasari murni oleh persaingan olahraga tanpa adanya rasa benci pribadi.
Hasrat petarung asal Georgia ini untuk naik ke kelas ringan dan menghadapi murid Khabib Nurmagomedov tersebut dipicu oleh rasa hormat terhadap prestasi besar yang telah diukir sang lawan.
Dilansir dari Championat melalui Juara.net, ambisi mempertemukan dua jawara dari divisi berbeda ini digadang-gadang bakal menciptakan salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah arena UFC.
"Entah saya menghadapi Makhachev atau tidak, situasinya takkan berubah bagi saya pribadi," tutur Ilia Topuria, juara kelas bulu UFC.
Topuria juga menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki sentimen negatif atau persoalan personal di luar urusan profesional dengan petarung asal Rusia tersebut.
"Saya sebenarnya tidak membenci dia. Tidak ada masalah pribadi atau hal-hal lainnya…." kata Ilia Topuria.
Menurut Topuria, rekam jejak Makhachev yang mampu menguasai dua kelas berbeda menjadi bukti nyata kehebatan sang rival di dalam dunia seni bela diri campuran.
"Kenyatannya, dia sudah menorehkan prestasi yang luar biasa di olahraga ini." ujar Ilia Topuria.
Jika bentrokan kedua pemegang sabuk juara ini benar-benar terealisasi, arena oktagon dipastikan akan menjadi saksi duel perebutan takhta tertinggi yang sangat kompetitif.
"Sama seperti saya, dia adalah juara di dua kelas yang berbeda. Kalau saya dan Makhachev bertarung, maka itu akan jadi salah satu duel terbaik di pentas UFC." tutur Ilia Topuria.
Kendati demikian, petarung berjuluk El Matador ini mengaku tidak akan merasa kecewa ataupun kehilangan kebahagiaan andai laga super tersebut gagal terwujud di masa depan.
"Kalaupun bentrokan ini tidak pernah terwujud, saya tetap bangga pada diri saya sendiri." ucap Ilia Topuria.
Bagi Topuria, apresiasi terhadap pencapaian diri sendiri jauh lebih penting daripada sekadar mengejar status pertandingan dengan petarung tertentu.
"Saya tidak membutuhkan Makhachev untuk menjadi bahagia…" cetus Ilia Topuria.
Rasa percaya diri yang tinggi tetap menjadi modal utama bagi sang petarung dalam menapaki karier profesionalnya di UFC.
"Saya sudah bangga kepada diri saya sendiri," imbuh Ilia Topuria.
Kondisi kontras justru diperlihatkan El Matador saat mengomentari sosok penantang lainnya di kelas ringan, Arman Tsarukyan, yang dinilainya terlalu tinggi hati.
"Saya akan membuatnya malu di depan banyak orang," ujar Ilia Topuria.
Topuria menilai Tsarukyan terlalu membanggakan kemampuan gulatnya dan menganggap dirinya setingkat dengan juara Olimpiade.
"Dia pikir dirinya keren, dia pikir dia juara Olimpiade, pegulat terbaik di dunia…" kata Ilia Topuria.
Ketegangan antara kedua petarung ini semakin memanas dengan klaim sepihak mengenai siapa penguasa absolut saat mereka bertarung di dalam oktagon nanti.
"Saat sudah bicara soal duel di oktagon, sobat, saya beri tahu Anda bahwa sayalah rajanya." tutur Ilia Topuria.
El Matador bahkan sudah melayangkan ancaman serius untuk menyelesaikan perlawanan Tsarukyan dengan cepat sejak awal jalannya pertarungan.
"Saya rajanya dan saya akan melakukan apapun yang saya inginkan." ucap Ilia Topuria.
Sikap meremehkan tersebut ditunjukkan Topuria melalui prediksi ekstrem mengenai cedera fisik yang akan dialami oleh Tsarukyan.
"Saya sudah beralih pada Arman bahwa saya akan menghancurkan rahangnya pada ronde pertama," tambah Ilia Topuria.
Di sisi lain, Islam Makhachev yang kini fokus di kelas welter mengonfirmasi rencana kembalinya ke dalam oktagon setelah pulih dari cedera.
Makhachev mengisyaratkan bakal kembali bertarung pada bulan Agustus 2026, meskipun identitas calon lawan yang akan dihadapinya masih belum dipastikan oleh pihak promotor.
"Setahu saya, duel selanjutnya untuk saya akan digelar pada bulan Agustus," terang Islam Makhachev, juara kelas welter UFC.
Meski tanggal pertandingan sudah mulai terungkap, ketidakpastian mengenai sosok penantang gelar juara dunia ini masih menyisakan tanda tanya.
"Meski begitu, saya masih belum yakin 100 persen soal siapa yang saya lawan." sambung Islam Makhachev.
Di tengah ketidakpastian tersebut, sang juara bertahan menegaskan bahwa kondisi fisiknya saat ini sudah berada dalam level performa yang optimal untuk bertarung.
"Untuk saat ini, saya sudah dalam kondisi yang cukup siap," sambung Islam Makhachev.
Sinyal kembalinya Makhachev tampaknya selaras dengan pernyataan dari penantang peringkat ketiga kelas welter asal Ekuador, Michael Morales.
Dilansir dari transkrip Bloody Elbow, Morales mengeklaim siap merebut sabuk juara dunia lewat penampilan gemilang yang akan ditunjukannya di atas oktagon.
"Saya selalu membuat keajaiban saya sendiri," tutur Michael Morales, petarung kelas welter UFC.
Petarung yang memiliki rekor impresif 19 kemenangan tanpa kekalahan ini sangat optimistis bisa menjadi penguasa baru di divisinya.
"Oleh karena itu, saya akan menjadi juara selanjutnya…." kata Michael Morales.
Morales bahkan secara spesifik menyebutkan sebuah tanggal yang diyakini menjadi momen bersejarah dalam perjalanan karier profesionalnya.
"Hal tersebut akan terjadi besok tanggal 15 Agustus 2026," tambah Michael Morales.
Morales mengantongi modal berharga setelah pada laga terakhirnya di bulan November silam sukses memukul kalah Sean Brady dalam pertarungan singkat yang melelahkan satu ronde saja.
Sebelum potensi duel-duel besar tersebut terjadi, Ilia Topuria dijadwalkan bakal menjalani laga unifikasi gelar juara kelas ringan melawan Justin Gaethje pada bulan Juni mendatang.