IHSG Rabu Pagi Melonjak ke Level 5.832 Pimpin Penguatan Bursa Asia

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/6/2026). Dikutip dari Bloomberg Technoz, indeks terpantau melonjak hingga 85,61 poin atau setara 1,49% ke posisi 5.832 pada pukul 09:10 WIB.

Kenaikan signifikan tersebut menempatkan indeks saham domestik sebagai yang terbaik di kawasan Asia. Tren positif ini terjadi di tengah pelemahan massal yang melanda hampir seluruh indeks saham utama regional pagi ini.

Sejumlah bursa besar Asia seperti KOSPI (Korea Selatan), Straits Times (Singapura), Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Tokyo), dan TW Weighted Index (Taiwan) kompak tertekan di zona merah. Kondisi serupa dialami Topix (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), dan KOSDAQ (Korea Selatan).

Di luar pasar domestik, hanya KLCI (Malaysia) serta PSEi (Filipina) yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis masing-masing sebesar 0,32% dan 0,03%.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sepuluh menit pasar dibuka, volume saham yang ditransaksikan mencapai 4,87 miliar lembar. Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp3,66 triliun dengan total frekuensi sebanyak 331.848 kali.Pergerakan pasar modal pagi ini diwarnai oleh 419 saham yang bergerak menguat dan 146 saham yang melemah. Sementara itu, terdapat 147 saham yang posisinya tidak bergerak atau stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan pasar modal dalam negeri ditopang oleh kebijakan mengejutkan dari Bank Indonesia (BI). Langkah BI mengerek suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5% sukses memicu apresiasi mata uang rupiah.

Selain kebijakan suku bunga, sentimen positif juga datang dari wacana pemberian dukungan likuiditas lewat aksi beli kembali atau buyback saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut dinilai ampuh mendongkrak minat beli para pemodal di bursa.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan fase rebound dalam jangka pendek dengan support di 5.630 dan resistance di 5.850,” papar BRI Danareksa.

Kondisi jenuh jual atau oversold yang sempat terjadi pasca-koreksi tajam sebelumnya kini membuka peluang penguatan lebih lanjut. Hal ini terutama didukung oleh stabilitas nilai tukar rupiah dan perbaikan sentimen dari dalam negeri.

Untuk pilihan saham, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa emiten untuk perdagangan hari ini, antara lain RATU, BMRI, dan HRTA.

Langkah Strategis Bersama Lembaga Keuangan

Analis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menggelar koordinasi intensif bersama sejumlah institusi strategis. Lembaga yang terlibat meliputi Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), serta bank-bank yang tergabung dalam Himbara.

Pertemuan tersebut dirancang untuk menyiapkan langkah taktis dalam merespons dinamika di pasar modal. Salah satu opsi utama yang sedang digodok adalah skema buyback saham emiten perbankan BUMN yang melantai di BEI.

“Secara chart harian, IHSG juga ditutup di atas level MA5 dan sekaligus menutup gap up yang terbentuk sehari sebelumnya. Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600–5.850,” papar Phintraco.

Phintraco Sekuritas menjatuhkan pilihan saham hari ini pada beberapa emiten perbankan dan komoditas, yaitu BBRI, BBNI, INCO, BRPT, dan TINS.

Dinamika Sentimen Global dan Domestik

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan adanya sejumlah faktor penekan dari luar negeri. Melemahnya bursa Wall Street, penurunan harga mayoritas komoditas, serta berlanjutnya aksi jual oleh investor asing diprediksi membayangi pergerakan indeks.

Dari sisi domestik, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax turut menjadi perhatian pasar. Kendati demikian, kenaikan suku bunga acuan BI dinilai tetap menjadi penopang utama untuk menahan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.585–5.425 dan resistance 5.910–6.070,” terang CGS International Sekuritas.

Adapun saham pilihan versi CGS International Sekuritas mencakup portofolio campuran di sektor telekomunikasi, perbankan, dan pertambangan, yaitu TLKM, TINS, BBCA, BBNI, MDKA, dan BRIS.

Proyeksi penguatan indeks juga disuarakan oleh Panin Sekuritas. Ekspektasi stabilitas nilai tukar rupiah pasca-kenaikan BI Rate menjadi pemicu utama masuknya arus modal asing ke pasar saham dalam negeri.

Upaya koordinasi antarlembaga negara dalam menyiapkan mekanisme buyback juga menjadi stimulus tambahan bagi investor. Di sisi lain, penyesuaian harga Pertamax dipandang akan membawa dampak positif terhadap pengurangan defisit fiskal negara.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk mengoptimalkan momentum perdagangan hari ini tertuju pada emiten TBIG, BIPI, dan BRPT.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author