IHSG Berpotensi Alami Koreksi Terbatas pada Perdagangan Selasa

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan oleh sejumlah analis akan bergerak dalam rentang terbatas dan rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari Selasa (23/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Pelemahan ini melanjutan tren negatif dari perdagangan hari Senin kemarin saat indeks komposit ditutup merosot sebesar 0,98 persen menuju level 6.116 akibat aksi jual bersih oleh investor asing.

Analis dari MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan indeks masih berada dalam fase rawan koreksi untuk menguji rentang area tertentu namun tetap memiliki peluang penguatan.

"IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave (iv), sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.732-5.972," tulis Herditya dalam risetnya, Selas (23/6/2026).

Meskipun demikian, Herditya menilai pergerakan indeks komposit masih memiliki sentimen positif karena posisinya yang mampu bertahan di atas indikator teknikal penting.

"IHSG terkoreksi 0,98% ke 6.116 [kemarin] dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun pergerakan IHSG masih mampu berada di atas MA20," tutur Herditya.

Sentimen senada mengenai fase konsolidasi ini juga disampaikan oleh Technical Analyst BRIDS Reza Diofanda yang menyoroti sejumlah agenda ekonomi nasional serta global yang dinantikan pasar.

Menurut penjelasan Reza, pasar saat ini sedang mencermati rilis data M2 Money Supply Indonesia, perkembangan peninjauan peringkat kredit oleh S&P Global, serta hasil MSCI Annual Market Classification Review.

"Selama bertahan di atas area support 6.070-5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300-6.350," kata Reza.

Aksi jual bersih atau net sell investor asing di pasar reguler maupun keseluruhan pasar yang mencapai Rp1,11 triliun menjadi pemicu utama tren bearish, dengan pelepasan saham terbesar melanda PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga Rp261,97 miliar.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia bersiap menguat menyusul optimisme redanya harga minyak dunia berkat kemajuan perundingan damai Amerika Serikat dan Iran, di tengah pergerakan bursa Wall Street yang bervariasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author