IHSG Berfluktuasi hingga Menguat ke Level 5.675

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat sebesar 0,58 persen ke posisi 5.675 pada perdagangan Rabu (1/7/2026) pukul 09.15 WIB setelah sempat dibuka melemah, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan mencapai 2,27 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun pada lima belas menit pertama. Pergerakan pasar menunjukkan sebanyak 312 saham menguat, 203 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan di tengah tren positif mayoritas bursa Asia.

Kondisi ekonomi domestik dan sentimen eksternal menjadi perhatian utama para analis pasar modal pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks dinilai masih berada dalam tekanan teknikal tertentu di tengah minimnya katalis positif.

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735,” papar BRI Danareksa.

Analis dari perusahaan efek tersebut menambahkan bahwa tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi selama indeks belum mampu melewati area resistance. Pihaknya merekomendasikan saham HMSP, ARTO, dan CPIN untuk perdagangan hari ini.

Sentimen lain yang menjadi perhatian pasar adalah pergerakan harga komoditas minyak serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Fokus bank sentral global dalam mengendalikan inflasi turut memengaruhi proyeksi pergerakan indeks.

“Secara teknikal, histogram positif MACD mengecil dan berpotensi terjadi death cross. Stochastic RSI berada di area pivot dan masih melanjutkan ke arah bawah. Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi akan menguji level 5.500,” analisis Phintraco.

Phintraco Sekuritas menjabarkan bahwa investor juga memantau prospek pembicaraan AS-Iran di Doha. Adapun saham pilihan mereka meliputi WIFI, CPIN, CMRY, PGEO, dan DATA.

Sentimen dari pasar global seperti penguatan bursa Wall Street diproyeksikan memberikan dampak variatif terhadap pasar modal dalam negeri. Faktor nilai tukar serta aksi jual investor asing turut membayangi pergerakan pasar.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.485–5.330 dan resistance 5.800–5.960,” terang CGS International Sekuritas.

CGS International Sekuritas Indonesia memilih saham CPIN, ICBP, UNVR, HMSP, CMRY, dan AALI sebagai pilihan hari ini. Di sisi lain, tekanan eksternal berupa pelemahan komoditas masih menjadi tantangan bagi penguatan indeks.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Panin Sekuritas memproyeksikan pelemahan dipicu oleh masih derasnya aliran modal asing yang keluar dari pasar domestik. Saham pilihan mereka untuk hari ini adalah EMAS, IMPC, dan INDF.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author