IHSG Menguat ke Level 6.035 pada Perdagangan Jumat Pagi

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 36 poin atau 0,6 persen ke level 6.035 hingga pukul 09:04 WIB pada perdagangan hari Jumat (26/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kenaikan ini membedakan posisi IHSG dari mayoritas bursa saham utama di Asia yang justru tergelincir ke zona merah, termasuk indeks KOSPI, NIKKEI 225, KOSDAQ, TW Weighted, Shenzhen Comp., CSI 300, Hang Seng, Topix, Shanghai Composite, Straits Times, dan PSEi.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan awal tercatat mencapai 1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp965 miliar dari frekuensi sebanyak 148.356 kali. Pergerakan saham menunjukkan sebanyak 229 saham bergerak menguat, 226 saham mengalami pelemahan, dan 182 saham posisi tidak bergerak.

Analis melihat adanya potensi pergerakan dari beberapa faktor eksternal dan kebijakan domestik, termasuk penurunan harga minyak Brent serta rencana efisiensi anggaran negara.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan support 5.860 dan resistance 6.130,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Pihak sekuritas tersebut juga menyoroti rilis data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat yang naik 0,3 persen month-to-month dan 3,4 persen year-on-year, sehingga memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi The Fed. Saham pilihan mereka untuk hari ini adalah JSMR, HMSP, dan GULA.

Sementara itu, riset dari Phintraco Sekuritas menyoroti langkah Kementerian Keuangan yang mulai menarik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun secara bertahap dari perbankan BUMN untuk membiayai belanja negara.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850–6.100,” mengutip paparan Phintraco.

Saham pilihan utama dari Phintraco Sekuritas meliputi DEWA, MDKA, AMRT, BRIS, dan BUKA untuk perdagangan hari ini.

Proyeksi pergerakan indeks yang bervariasi juga datang dari institusi keuangan lain yang mencermati sentimen dari Wall Street dan pergerakan nilai tukar rupiah.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.885–5.770 dan resistance 6.115–6.230,” tulis riset CGS International.

CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham JPFA, TINS, WIIM, HMSP, MDKA, dan BBCA. Di sisi lain, Panin Sekuritas memproyeksikan penguatan IHSG didorong oleh tensi geopolitik yang membaik serta kenaikan harga komoditas, dengan saham pilihan PWON, EMAS, dan AADI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author