IHSG Menguat ke Level 6.373 Saat MSCI Rombak Komposisi Indeks

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Rabu (12/8) dengan mencatatkan performa positif. Berdasarkan data yang dikutip dari Detik Finance, indeks acuan bursa domestik ini melonjak 1,69 persen menuju posisi 6.373,85.

Lonjakan IHSG didorong aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti BREN yang melesat 13,29 persen. Laju kenaikan tersebut diikuti saham BRPT yang terangkat 7,14 persen dan DCII sebesar 5,45 persen.

Meski demikian, beberapa saham tercatat menahan penguatan indeks lantaran mengalami penurunan harga. Saham MPRO merosot 4,17 persen, MORA tergerus 1,47 persen, serta TLKM melorot 0,77 persen.

Aktivitas pasar menunjukkan dominasi akumulasi dari investor non-domestik di bursa saham tanah air. Total nilai beli bersih investor asing di seluruh pasar mencapai Rp725,40 miliar, dengan pasar reguler menyumbang net buy senilai Rp482,79 miliar.

Penguatan indeks didukung oleh pergerakan sepuluh dari 11 sektor yang berhasil ditutup di zona hijau. Sektor infrastruktur mencatat lonjakan tertinggi mencapai 4,74 persen, sedangkan sektor transportasi dan logistik terkoreksi 0,16 persen.

Kondisi ini berlangsung di tengah pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang cenderung bervariasi. Indeks S&P 500 naik 0,26 persen ke 7.748 dan Nasdaq menguat 0,54 persen ke 26.588, sementara Dow Jones melemah tipis 0,04 persen ke 53.770.

Fokus para pelaku pasar kini juga tertuju pada pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Perubahan struktur pada indeks acuan global ini berpotensi merubah peta arus modal asing di pasar modal Indonesia.

Dalam penyesuaian terbaru ini, tidak ada satu pun emiten asal Indonesia yang berhasil masuk ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, saham GOTO resmi dikeluarkan dari anggota MSCI Global Standard Index.

Sementara itu, saham CPIN berpindah posisi dari Global Standard Index menuju Global Small Cap Index. Pada MSCI Indonesia Small Cap Index, CPIN hadir sebagai konstituen baru.

Namun, sembilan emiten terdepak dari MSCI Indonesia Small Cap Index. Saham-saham tersebut meliputi BANK, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI. Seluruh penyesuaian komposisi indeks ini mulai berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Dampak penyesuaian ini terlihat dari pergerakan instrumen terkait. Indeks MSCI Indonesia mencatat penurunan 0,24 persen, namun ETF EIDO justru melaju menguat 1,68 persen.

Kinerja Finansial EXCL dan INPP

Di tingkat emiten, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan pendapatan sebesar Rp23,99 triliun pada semester I 2026, melonjak 25,60 persen secara tahunan. Lonjakan pendapatan didorong kenaikan konsumsi data serta peningkatan blended ARPU dari Rp38,20 ribu menjadi Rp47,10 ribu.

EBITDA EXCL tumbuh 41,10 persen menjadi Rp11,34 triliun dengan margin mencapai 47,30 persen, didukung arus kas operasi yang melesat ke Rp13,68 triliun. Kerugian bersih perseroan berhasil ditekan menjadi Rp998,06 miliar dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,21 triliun, sementara pergerakan harga saham berada dalam fase sideways pada kisaran support Rp2.330 dan resistance Rp2.640.

Sementara itu, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memutuskan pembagian dividen interim sebesar Rp4,5 per saham dengan total nilai Rp50,32 miliar. Besaran dividen ini mencerminkan rasio pembayaran sebesar 89,23 persen dari laba bersih semester I 2026.

INPP sukses berbalik membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan sebesar Rp56,39 miliar, dari posisi rugi Rp72,11 miliar pada semester I 2025. Perubahan ini mendorong nilai laba per saham (EPS) menjadi Rp5,04. Dengan harga saham ditutup pada level Rp750, estimasi dividend yield interim INPP berada di kisaran 0,60 persen dengan cum date jadwal pembagian pada 20 Agustus 2026 dan pembayaran pada 10 September 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bren ihsg MSCI pasar modal saham
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author