IHSG Melemah ke Level 5.864 pada Sesi I Seiring Depresiasi Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I di zona merah pada Senin (6/7/2026). Dikutip dari Bloomberg Technoz, indeks komposit tersebut melemah 0,18% ke level 5.864 sampai penutupan perdagangan paruh pertama.
Pelemahan indeks utamanya dipicu oleh penurunan saham Indosat (ISAT), Merdeka Battery Materials (MBMA), hingga Alamtri Minerals Indonesia (ADMR). Sepanjang perdagangan pagi hingga siang, IHSG bergerak pada rentang 5.935 sampai titik terendahnya di 5.857.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp4,76 triliun dari 10,72 miliar saham yang ditransaksikan. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 912 ribu kali.
Kondisi pasar modal ini beriringan dengan nilai tukar rupiah yang melemah 0,24% terhadap dolar AS. Mata uang Garuda tersebut tertekan ke rentang level Rp17.997/US$ pada pukul 12:50 WIB.
Sektor infrastruktur, transportasi, dan barang baku menjadi pemberat indeks dengan penurunan masing-masing sebesar 0,59%, 0,51%, dan 0,42%. Sektor keuangan juga melemah 0,39%, diikuti sektor perindustrian yang minus 0,27%.
Koreksi pada saham infrastruktur diperparah oleh anjloknya harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar 4,54% dan PT LinkNet Tbk (LINK) yang turun 3,62%. Selain itu, saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ikut merosot 2,07%.
Pada sektor transportasi, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) jatuh 4,52% dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) terpangkas 2,42%. Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga turun 1,85%.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut melemah 0,55% ke posisi 578,578. Beberapa saham blue chip yang menyeret indeks meliputi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang jatuh 3,85% dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) drop 2,08%.
Selanjutnya, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) drop 1,91%, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 1,9%, PT Astra International Tbk (ASII) amblas 1,87%, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terpeleset 1,75%.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga melemah 1,67% serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) drop 1,64%.
BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa pasar bergerak variatif dengan 285 saham menguat, 295 saham melemah, dan 198 saham stagnan. Hal ini mencerminkan sikap berhati-hati dari para pelaku pasar.
"Investor cenderung menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya," mengutip riset terbaru BRI Danareksa, siang hari ini.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah penguatan sebelumnya tertahan di area resistance 5.930 yang berdekatan dengan MA-20.
"MACD masih bergerak positif, mengindikasikan momentum rebound tetap terjaga, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren," papar BRI Danareksa dalam riset terpisah, Senin.
Selama mampu bertahan di atas support psikologis 5.800, IHSG dinilai masih berpeluang kembali menguji area 5.930–6.000. Di sisi lain, penurunan nilai transaksi mencerminkan sikap wait and see investor yang juga mulai teralihkan oleh proses IPO.