IHSG Melemah ke Level 5.820 pada Perdagangan Akhir Juni
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 1,28 persen ke level 5.820,79 pada perdagangan Senin (29/6). Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan BREN, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat masih terbatas dengan nilai perdagangan mencapai Rp9,10 triliun dan volume sebesar 15,48 miliar saham.
Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp854,10 miliar di pasar reguler serta Rp881,58 miliar di seluruh pasar. Hanya sektor properti yang berhasil menguat sebesar 0,71 persen dari total 11 sektor yang ada. Sementara itu, sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam hingga mencapai 1,58 persen pada akhir perdagangan tersebut.
Di sisi korporasi, PT Ciputra Development (CTRA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025 sebesar Rp36 per saham atau total Rp667,28 miliar. Jadwal pembayaran dividen emiten properti ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026.
Selanjutnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) berencana melepas 99,90 persen kepemilikan saham di PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) senilai Rp1,79 triliun. Langkah ini ditargetkan rampung paling lambat pada 21 Desember 2026 setelah mendapat persetujuan RUPSLB. Adapun PT Futura Energi Global (FUTR) terus melanjutkan ekspansi bisnis energi baru terbarukan dengan rencana pengembangan total proyek berkapasitas indikatif 350 MW. Proyek tersebut mencakup pengembangan geothermal, pembangkit listrik tenaga surya di Bali, serta minihidro.