IHSG Dibuka Melemah 4,54 Poin pada Perdagangan 26 Mei 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan bergerak di zona merah pada Selasa (26/5/2026). Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks terpantau melorot 4,54 poin atau setara 0,07 persen ke posisi 6.201 pada pukul 09:01 WIB.
Pergerakan bursa saham di Asia cenderung bervariasi pada pagi ini seiring harapan pasar terhadap kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Zona hijau berhasil dihuni oleh KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), dan Topix (Jepang).
Sebaliknya, pelemahan melanda Shenzhen Composite (China), PSEi (Filipina), Shanghai Composite (China), NIKKEI 225 (Tokyo), Hang Seng (Hong Kong), CSI 300 (China), Straits Times (Singapura), dan KLCI (Malaysia).
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepuluh menit setelah pasar dibuka menunjukkan volume transaksi menembus 3,68 miliar saham. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp1,9 triliun dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 262.675 kali.
Secara rinci, performa emiten di lantai bursa memperlihatkan 336 saham bergerak menguat dan 214 saham mengalami penurunan. Sementara itu, sebanyak 165 saham lainnya terpantau jalan di tempat.
Berdasarkan riset pasar untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar sedang memantau perkembangan perundingan damai AS-Iran yang berpotensi memangkas ketegangan geopolitik global. Sentimen positif domestik juga datang dari penangguhan penerapan penuh kebijakan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga tahun 2027.
“Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di area support 5.900–6.100 dan berpeluang melanjutkan rebound terbatas menuju resistance 6.250–6.300,” papar BRI Danareksa.
Adapun beberapa saham yang menjadi pilihan BRI Danareksa Sekuritas meliputi SUPA, HRTA, dan MAPA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencermati posisi IHSG yang sempat menembus indikator MA-5 secara teknikal, namun akhirnya mendarat di bawah level tersebut. Indikator Stochastic RSI juga memperlihatkan golden cross pada zona jenuh jual (oversold).
“Diperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.100–6.300,” sebut Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBCA, ADMR, ASII, PGAS, dan EXCL.
Kondisi eksternal turut dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan baik. Meski demikian, Trump tetap memperingatkan adanya potensi serangan kembali dari AS apabila diskusi tersebut menemui kegagalan.
Sebelum pernyataan itu, Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz telah dinegosiasikan sebagian besar dan segera diumumkan. Imbas kemajuan kesepakatan damai ini membuat harga minyak mentah merosot 7 persen, kendati tenggat waktu penyelesaian akhir belum dipastikan.
Aksi Jual Asing dan Sentimen Nilai Tukar
CGS International Sekuritas Indonesia ikut memberikan proyeksi bahwa ekspektasi perdamaian AS-Iran akan menjadi dorongan positif bagi pasar saham. Di sisi lain, laju indeks dibayangi potensi katalis negatif dari kelanjutan aksi lego saham oleh investor asing serta sikap hati-hati pasar menjelang libur panjang.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.125–6.045 dan resistance 6.290–6.370,” tulis CGS International Sekuritas.
Untuk pilihan saham, CGS International Sekuritas merekomendasikan emiten BBRI, BBNI, BRIS, PSAB, MDKA, dan EMAS.
Proyeksi berbeda datang dari Panin Sekuritas yang memperkirakan IHSG berpotensi menguat hari ini. Sentimen pendorong berasal dari prospek kesepakatan global AS-Iran, penurunan harga minyak bumi, serta ruang koreksi indeks yang terbatas karena valuasinya yang tergolong murah diiringi stabilitas nilai tukar rupiah.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ACES, BBNI, dan TCPI.