IHSG Melemah ke 6.355 Usai MSCI Rilis August Index Review 2026
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan fluktuatif pada pembukaan perdagangan Kamis (13/8/2026) pagi. Pergerakan variatif ini terjadi di tengah pengumuman hasil August Index Review 2026 oleh penyedia indeks global MSCI, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Data RTI menunjukkan IHSG sempat menguat saat pembukaan di level 6.388. Namun, indeks saham domestik tersebut langsung berbalik arah ke zona merah sesaat setelah pasar dibuka.
Hingga pukul 09.06 WIB, penurunan IHSG berlanjut dengan terkoreksi 18,09 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.355. Selama rentang waktu perdagangan tersebut, indeks bergerak pada kisaran tertinggi 6.390 dan terendah 6.336,30.
Meskipun indeks utama melemah, pergerakan saham secara umum masih didominasi tren positif. Sebanyak 318 saham mencatatkan kenaikan, 149 saham melemah, dan 205 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi di bursa membukukan volume mencapai 3,09 miliar saham. Sementara itu, nilai perputaran uang tercatat sebesar Rp 1,38 triliun dari total 200.559 kali frekuensi perdagangan.
Tekanan pada indeks bertepatan dengan pengumuman tinjauan berkala MSCI untuk pasar saham Indonesia. Dalam pengumuman resmi tersebut, MSCI menetapkan status pasar modal Indonesia tetap berada pada kategori Emerging Market.
Keputusan MSCI juga mengonfirmasi tidak adanya pergeseran daftar negara pada MSCI Frontier Emerging Markets Index. Posisi Indonesia dipastikan bertahan pada kelompok klasifikasi Emerging Market.
"MSCI telah melakukan Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini," tulis pengumuman MSCI.
Kendati status negara dipertahankan, MSCI melakukan penyesuaian pada portofolio konstituen dengan mengeluarkan 10 saham asal Indonesia. Seluruh perubahan komposisi ini mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Pada MSCI Global Standard Indexes, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari daftar. Pada saat bersamaan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kelas menuju MSCI Global Small Cap Indexes.
Sementara itu, sembilan emiten terdepak dari jajaran MSCI Global Small Cap Indexes. Daftar saham tersebut mencakup PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), serta PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).