IHSG Melemah ke 6.302, Analis Rekomendasikan ISAT dan PNLF
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami konsolidasi di kisaran support 6.230 dan resistance 6.463 pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, setelah melemah 1,13 persen ke level 6.302 pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pelemahan indeks pada hari Kamis lalu diiringi aksi jual bersih investor asing senilai Rp1,4 triliun. Penurunan IHSG terutama diseret oleh sektor Basic Materials yang merosot 2,93 persen, sektor Energy yang melemah 2,32 persen, serta sektor Industrials yang terkoreksi 2,30 persen.
Sejumlah saham pembobot indeks menjadi penekan utama, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 3,43 persen ke Rp4.220, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,36 persen ke Rp1.865, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 2,40 persen ke Rp3.660. Di sisi lain, mata uang rupiah tercatat menguat tipis 5 poin menjadi Rp17.870 per dolar AS.
Di tengah pergerakan indeks yang cenderung bergerak mendatar, Tim Analis Bareksa memberikan rekomendasi transaksi jangka pendek untuk dua saham, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).
Saham ISAT mendapat rekomendasi strategi Quick Trade dengan harga terakhir Rp2.470, target harga Rp2.600–2.670, dan batas rugi pada Rp1.860. Rentang harga beli yang disarankan berada di Rp1.880–2.440 dengan area prioritas masuk pada Rp1.880–2.020.
Secara teknikal, ISAT melonjak lebih dari 30 persen dalam lima hari perdagangan terakhir hingga melampaui indikator MA20 di Rp1.993 dan MA50 di Rp1.908. Namun, indikator RSI yang menyentuh level 80,00 menunjukkan kondisi sangat jenuh beli (overbought) sehingga risiko koreksi jangka pendek dinilai meningkat.
Sementara itu, saham PNLF direkomendasikan dengan strategi serupa pada harga terakhir Rp236. Target harga PNLF ditetapkan pada Rp248–256 dengan batas rugi di Rp220, rentang beli Rp222–234, serta prioritas masuk di area Rp222–225.
PNLF tercatat menguat 2,61 persen pada perdagangan Kamis dan berhasil bertahan di atas MA20 (Rp227) serta MA50 (Rp222). Indikator RSI PNLF berada di posisi 54,42, menandakan terbentuknya momentum penguatan baru dengan ruang kenaikan yang masih terbuka.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia yang dilansir Bareksa, IHSG secara umum masih berada dalam fase konsolidasi usai bergerak naik dari titik terendah 5.318. Rata-rata pergerakan 55 hari terpantau relatif datar dengan momentum yang terbatas, sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati level support kunci di area 6.029–6.000.