IHSG dan Bursa Asia Melesat Berkat Sinyal Perdamaian AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif di zona hijau sepanjang hari seiring penguatan bursa saham Asia pada Senin (25/5/2026). Sentimen positif ini terpicu oleh optimisme pasar global terhadap rencana perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Perdagangan Sesi I ditutup dengan pertumbuhan IHSG sebesar 0,93 persen ke posisi 6.219, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Sementara itu, indeks saham LQ45 mengalami kenaikan signifikan mencapai 1,99 persen hingga menyentuh angka 632,12.
Seluruh indeks sektoral mencatatkan penguatan dengan sektor transportasi melonjak paling tinggi sebesar 4,18 persen. Lonjakan ini diikuti oleh saham konsumen non-primer yang naik 1,99 persen serta sektor properti yang tumbuh 1,24 persen.
Beberapa saham komoditas menjadi penggerak utama pasar sebagai top gainers. Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) melejit 26,67 persen, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat 25 persen, dan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menguat 22,41 persen.
Kondisi hijau cerah ini turut merata di pasar keuangan regional Asia. Pada pukul 13:20 WIB, TW Weighted Index memimpin penguatan sebesar 3,26 persen, disusul NIKKEI 225 dengan kenaikan 2,81 persen, dan bursa regional lainnya yang kompak menguat.
Katalis positif pasar modal ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengonfirmasi adanya proposal yang solid terkait pembukaan akses Selat Hormuz oleh Iran. Pihak AS menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat dalam negosiasi yang konkret.
“Dan harapannya, kita bisa mewujudkan hal tersebut. Langkah ini mendapat banyak dukungan di kawasan Teluk dan juga secara global. Setiap negara yang telah kami ajak berdiskusi memahami bahwa proposal ini tidak hanya sangat masuk akal, tetapi juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan demi dunia,” papar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang dikutip dari Al Jazeera.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump ikut menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah mendekati tahap akhir. Ia mengumumkan melalui media sosial pribadinya pada Sabtu bahwa pembukaan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz segera dipublikasikan.
“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya,” tulis Trump.
Para pejabat dari Iran mengonfirmasi bahwa dialog diplomatik dengan AS untuk mengakhiri konflik terus memperlihatkan kemajuan berarti. Beberapa poin krusial yang sempat memicu perselisihan dijadwalkan akan diselesaikan dalam waktu dekat.
Sentimen perdamaian ini langsung berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia karena berkurangnya risiko pasokan global. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$91,23 per barel setelah anjlok lebih dari 7 persen, sedangkan jenis Brent merosot 6,47 persen ke posisi US$98,25 per barel berdasarkan data Bloomberg pukul 13:20 WIB.
Aktivitas pelayaran komersial juga dilaporkan mulai kembali berjalan normal melintasi selat strategis tersebut. Sebuah supertanker pengangkut minyak mentah dari Irak menuju China terpantau berhasil melewati garis blokade AS menuju Laut Arab.
Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency yang mengutip data Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu, sebanyak 33 kapal yang terdiri dari tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial telah melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir setelah mengantongi izin IRGC.
“Hubungan kami dengan Iran kini menjadi jauh lebih profesional dan produktif,” tambah Trump.