IHSG Berpotensi Rebound Setelah Aliran Modal Asing Keluar

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan jual intensif hingga mencatat penurunan kinerja sebesar 28,74 persen sejak awal tahun akibat sentimen penataan ulang indeks global FTSE Russell pada Senin (25/5/2026).

Aksi lepas saham oleh investor asing memicu aliran modal keluar harian mencapai Rp 1,07 triliun, yang menggenapkan total nilai penjualan bersih asing menjadi sebesar Rp 51,42 triliun sepanjang tahun berjalan ini.

Kondisi pasar yang jenuh jual dinilai membuka peluang bagi pergerakan indeks domestik untuk berbalik arah menguat dalam jangka pendek.

"Secara teknikal, IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI," ujar Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia kepada Liputan6.com, Senin (25/5/2026).

Indeks domestik diperkirakan mulai membatasi fase pelemahan setelah berhasil menguji target teknikal koreksi bawah dan membentuk pola pembalikan arah naik.

"Adapun peluang technical rebound dapat terjadi terutama pada saham-saham big caps yang sudah terkoreksi dalam," katanya.

Sentimen pasar saham sempat terpengaruh oleh keputusan FTSE Russell yang mendepak empat emiten Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series efektif per Senin, 22 Juni 2026 mendatang.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dikeluarkan dari kategori kapitalisasi besar karena konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi.

Sementara itu, tiga emiten lain yaitu PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dikeluarkan dari kategori kapitalisasi mikro akibat kendala porsi saham publik serta evaluasi kualitas perdagangan bursa.

Faktor eksternal seperti potensi kesepakatan perdamaian Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz turut membayangi pasar domestik, di tengah posisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 17.717 per dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author