IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi Ke Level 6050 Pada 27 Juli 2026

Share

Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan melanjutkan tren penurunan menuju rentang 6.050 hingga 6.150 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Proyeksi tersebut menyusul pelemahan indeks sebesar 1,88 persen ke posisi 6.196 pada penutupan pekan lalu.

Aksi jual bersih investor asing mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,25 triliun pada akhir pekan lalu. Sejumlah saham tercatat menjadi pelepas utama oleh investor asing, meliputi BMRI, CUAN, EMAS, PTRO, dan TINS.

Area batas bawah penahanan harga indeks dipatok pada rentang 6.050 hingga 6.150. Sementara itu, tingkat batas atas pergerakan indeks diperkirakan berada pada kisaran 6.250 sampai 6.300.

"Target koreksi middle term di 6.050-6.150," tulis Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya, Senin (27/7/2026).

Riset dari BNI Sekuritas merekomendasikan enam emiten sebagai pilihan cermat bagi para pelaku pasar. Emiten-emiten yang direkomendasikan tersebut meliputi EMAS, SRTG, BRIS, BNGA, INDY, dan VKTR.

Strategi Spec Buy disarankan untuk emiten EMAS di area beli Rp6.100-Rp6.175 dengan cutloss di bawah Rp6.025 dan target dekat Rp6.225-Rp6.325. Saham SRTG juga mendapat rekomendasi Spec Buy pada area beli Rp1.710, batas cutloss di bawah Rp1.700, serta target dekat Rp1.730-Rp1.740.

Untuk BRIS, strategi Buy on Weakness disarankan pada kisaran Rp1.820-Rp1.845 dengan cutloss di bawah Rp1.790 dan target dekat Rp1.890-Rp1.910. Pembelian BNGA direkomendasikan secara Spec Buy di rentang Rp1.630-Rp1.640, cutloss di bawah Rp1.625, dan target dekat Rp1.660-Rp1.690.

Saham INDY diproyeksikan melalui strategi Buy on Weakness di area Rp2.410-Rp2.470 dengan batas cutloss di bawah Rp2.400 dan target dekat Rp2.500-Rp2.570. Terakhir, VKTR masuk area beli Rp740-Rp770 dengan cutloss di bawah Rp700 dan target dekat Rp790-Rp825.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author