IHSG Anjlok 4 Persen Meninggalkan Level 6000 Pada Sesi Pertama

Share

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk lebih dari 4 persen hingga terlempar ke bawah level psikologis 6.000 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Tekanan jual masif di Bursa Efek Indonesia membuat indeks saham domestik ini menyentuh level 5.946,67 menjelang siang hari.

Data RTI Business menunjukkan indeks saham Garuda melemah 4,02 persen setelah sempat menguat ke level 6.213,80 pada awal pembukaan. Sebanyak 715 saham bergerak di zona merah, sementara volume perdagangan mencapai lebih dari 20 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp13,14 triliun.

Menurut laporan Refinitiv, sektor bahan baku, kesehatan, dan utilitas menjadi pemicu utama koreksi terdalam masing-masing sebesar 9,16 persen, 7,15 persen, dan 6,9 persen. Penurunan tajam ini memangkas kapitalisasi pasar bursa domestik menjadi kisaran Rp10.429 triliun hingga Rp10.454 triliun.

Saham berkapitalisasi besar milik sejumlah konglomerat yang sempat menguat pada hari sebelumnya berbalik menjadi beban utama indeks. Saham Amman Mineral merosot 14,91 persen hingga menyentuh auto reject bawah, disusul kejatuhan saham Barito Renewables Energy, Barito Pacific, Bank Central Asia, dan Bank Rakyat Indonesia.

BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa kejatuhan pasar saham terjadi bersamaan dengan terpuruknya nilai tukar rupiah yang melemah 0,4 persen ke level Rp17.925 per dolar AS. Posisi tersebut menjadi rekor terlemah baru sepanjang sejarah bagi mata uang Garuda seiring tingginya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memicu permintaan dolar AS.

Faktor domestik seperti peningkatan kebutuhan valas kuartal II untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi investasi turut menekan rupiah. Di sisi lain, aliran dana asing terus keluar dari pasar modal domestik setelah efektivitas rebalancing indeks MSCI per 1 Juni 2026.

"Pasca rebalancing MSCI ini bisa jadi bottom dari penurunan IHSG dan berpeluang kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan di masa depan," kata Hans Kwee, Co Founder PasarDana dan Praktisi Pasar Modal.

Hans Kwee menambahkan bahwa reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO sebenarnya telah berhasil memperkuat transparansi serta kredibilitas pasar. Sementara itu, kondisi pasar saham domestik berbanding terbalik dengan bursa kawasan Asia yang mayoritas menguat dipimpin oleh Nikkei sebesar 2,91 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author