IHSG Anjlok di Bawah Level 6.000 pada Perdagangan Rabu Sesi Pertama

Share

Pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hampir 4 persen hingga berada di bawah level 6.000 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (3/6).

Data dari IDNFinancials.com menunjukkan bahwa IHSG ambles sebesar 3,96 persen ke posisi 5.950 pada pukul 10.47 WIB. Koreksi tajam ini kembali menempatkan IHSG sebagai indeks saham dengan kinerja terburuk di kawasan emerging market Asia.

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp10,71 triliun dengan volume perdagangan sebesar 18,4 miliar lembar saham. Sebanyak 648 saham bergerak melemah, sedangkan hanya 70 saham yang menguat dan 94 saham lainnya ditutup stagnan.

Sebagian besar saham yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terkena gelombang aksi jual. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi yang paling terpuruk setelah jatuh 14,91 persen hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB).

Di tengah kejatuhan saham-saham likuid tersebut, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi satu-satunya saham di indeks LQ45 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, saham berkapitalisasi pasar terbesar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpangkas 3 persen, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang merosot sekitar 6,5 persen.

Analis Phintraco Sekuritas menilai bahwa posisi IHSG saat ini telah menembus batas support psikologisnya di level 6.000, yang menjadi indikasi adanya tren kelanjutan bearish.

"Jika close di bawah 6000, waspadai pelemahan lanjutan ke suppport area berikutnya 5.900 dan 5.750," jelas Alrich, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Alrich juga menambahkan informasi mengenai kondisi teknikal indeks domestik saat ini. Menurut catatannya, level pivot untuk IHSG berada di posisi 6.000 dengan titik resistance terdekat pada level 6.200.

Kondisi pasar modal Indonesia ini berbanding terbalik dengan mayoritas indeks saham lain di Asia yang justru terpantau mengalami penguatan. Indeks TWSE Taiwan memimpin lonjakan sebesar 2,03 persen, diikuti oleh indeks PCOMP Filipina yang naik 1,59 persen, dan indeks SET Thailand yang menguat 1,26 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author