IHSG Anjlok 3,48 Persen Akibat Aksi Jual Saham Perbankan oleh Asing
Aksi pelepasan saham sektor perbankan secara agresif oleh investor asing memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sebesar 206,81 poin pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026.
Dilansir dari Kabarbursa.com, indeks utama bursa saham domestik tersebut terpuruk 3,48 persen hingga terparkir di level 5.734,26. Penurunan tajam ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang sangat padat dengan nilai transaksi paruh pertama menembus Rp12,18 triliun dari 215,59 juta lot saham yang ditransaksikan.
Pergerakan indeks sempat merosot ke titik terendah di level 5.644,23 sesaat setelah pasar dibuka. Meskipun sempat mencoba bangkit, laju IHSG tertahan pada batas tertinggi 5.924,51 dan gagal kembali ke posisi penutupan hari sebelumnya di angka 5.941,07.
Tekanan utama terhadap indeks berasal dari penjualan bersih investor asing pada empat bank berkapitalisasi pasar terbesar, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell tertinggi mencapai Rp278,62 miar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp211,24 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp72,21 miar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp59,08 miar.
Selain sektor keuangan, modal asing juga keluar dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp85,71 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp33,86 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp30,80 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp17,62 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp14,72 miar.
Kendati demikian, data rekapitulasi keseluruhan menunjukkan investor asing masih membukukan beli bersih tipis sebesar Rp179 miar di seluruh pasar, hasil dari total pembelian Rp6,12 triliun berbanding penjualan Rp5,94 triliun. Aliran dana tersebut beralih ke saham komoditas dan energi, dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy Rp135,04 miar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp77,36 miar.
Saham lain yang turut dikoleksi asing meliputi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp61,98 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp46,20 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp41,73 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp38,62 miar, PT Timah Tbk (TINS) Rp35,93 miar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp28,07 miar, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) senilai Rp27,86 miar.
Tingginya volume transaksi pada paruh pertama hari ini difasilitasi oleh sejumlah perusahaan pialang, di mana UBS Sekuritas Indonesia (AK) mendominasi dengan nilai perdagangan Rp4,76 triliun. Posisi selanjutnya ditempati Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp3,4 triliun, Stockbit Sekuritas Digital (XL) Rp2,34 triliun, J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) Rp1,53 triliun, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) Rp1,45 triliun, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) Rp1,15 triliun, KB Valbury Sekuritas (CP) Rp997,7 miliar, dan CGS International Sekuritas (YU) senilai Rp951,4 miar.