IDI Mengecam Dugaan Perundungan Peserta PPDS Anestesiologi Unsrat

Share

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam keras dugaan perundungan yang menewaskan dr. Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, pada Selasa (7/7/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Organisasi profesi dokter tersebut menegaskan sikap tidak menoleransi segala bentuk tindakan perundungan, baik di lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Pihak IDI menyatakan bahwa pimpinan rumah sakit memegang tanggung jawab penuh dalam mencegah praktik ini di lingkungan kerja mereka.

"IDI mengecam dan tidak mentolerir segala bentuk perundungan," kata Slamet Budiarto, Ketua Umum IDI.

Sebagai langkah evaluasi, IDI mengusulkan pembatasan jam kerja bagi dokter PPDS demi menjaga kesehatan fisik dan mental para peserta didik. Slamet mengusulkan agar waktu kerja tersebut dibatasi maksimal 40 hingga 50 jam per minggu atau sekitar 8 sampai 9 jam per hari.

Kasus ini memicu respons cepat dari pihak RSUP Prof. Dr. R.D.

Kandou Manado yang langsung menghentikan sementara seluruh kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi. Keputusan tersebut diambil untuk kelancaran proses investigasi internal terpadu bersama Fakultas Kedokteran Unsrat.

"Bahwa dengan adanya dugaan terjadinya perundungan terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi," demikian bunyi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

Langkah penghentian operasional pendidikan ini bersifat sementara hingga seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan. Seluruh aktivitas klinis akademis dihentikan total demi mengungkap fakta di balik kematian korban.

"Menghentikan untuk sementara waktu kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado sampai penanganan dugaan perundungan selesai," demikian bunyi keputusan tersebut.

Kementerian Kesehatan kini turut turun tangan dan menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh mengenai kronologi serta penyebab pasti perundungan. Hasil akhir dari investigasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi Kemenkes untuk menentukan kelanjutan program pendidikan PPDS di RSUP Prof. Dr.

R.D. Kandou Manado.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author