Idgitaf Tulis Lima Lagu Baru Pertunjukan Home Sweet Loan The Musical
Penyanyi Brigita Sriulina Beru Meliala atau Idgitaf menciptakan lima karya lagu baru untuk proyek pertunjukan panggung Home Sweet Loan The Musical. Pengumuman tersebut disampaikan saat konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, dilansir dari Detikcom.
Jumlah lagu yang diciptakan untuk adaptasi panggung ini jauh lebih banyak dibandingkan versi film layar lebar. Pada versi film sebelumnya, musisi tersebut hanya menyumbangkan satu buah karya berjudul Berakhir di Aku.
Proses kreatif pembuatan musik tersebut berawal dari rencana awal yang hanya menargetkan satu lagu saja. Idgitaf membeberkan dinamika awal saat memulai kolaborasi dengan tim penulis naskah proyek musikal tersebut.
"Kalau suka cara kerjaku, gas terus nih. Soalnya aku vibes check belum kan sama dua penulis naskah ini, kayak hanya saling mengenal saja," kata Idgitaf.
Proses pembuatan lagu berlangsung cepat saat sesi lokakarya hari pertama bersama tim Jakarta Art House. Dari target awal, ia langsung menyelesaikan beberapa materi lagu dalam waktu singkat.
"Setengah jam pertama banyak ide. AKu tuh memang mode-nya lirik dulu, baru nadanya. Beda banget sama kak Ivan, nada dulu baru lirik.
Aku fokus ke lirik-lirik semuanya. Hari itu selesai dua lagu, ternyata dalam dua kali workshop, sudah 5 lagu," kata Idgitaf.
Adapun kelima judul lagu baru yang berhasil dirampungkan meliputi Beli Sekarang, Jakarta Riuh, Satu Napas Lagi, Amarah Seperti Apa, dan Zona Aman. Idgitaf menjelaskan pendekatan yang digunakannya dalam merancang karya-karya tersebut.
"Aku tuh tipe penulis lagu yang biasanya judul dulu. Kayak kasih premis yang jelas, catchy aja," kata Idgitaf.
Ia juga menambahkan pandangannya mengenai penerimaan pendengar terhadap karya musik buatan dirinya tersebut.
"Kalau mereka gak suka lagunya, pasti suka lirik-liriknya lagi," kata Idgitaf.
Dari seluruh materi baru tersebut, lagu berjudul Satu Napas Lagi menjadi karya yang paling disukai oleh sang penyanyi. Liriknya mengambil inspirasi dari dinamika perjalanan hidup karakter utama bernama Kaluna yang penuh tekanan.
"Kaluna tuh hidupnya dalam sesak ya, waktu aku dibilang bikin lagu buat Finale, aku tuh awalnya mau yang grande banget, tapi balik lagi kita cari apa sih? Kemewahan? Gak kan? Mending di Finale musikal Kaluna, sebuah relief, sebuah pengakuan atau validasi, ya sudah (cerita) Satu Napas Lagi, kita bisa bertahan satu napas lagi," kata Idgitaf.