Holstein Kiel menargetkan stadion baru untuk kompetitif

Share

Olaf Rebbe menekankan bahwa Holstein Kiel menghadapi kebutuhan infrastruktur agar bisa bersaing di 2. Bundesliga saat bersiap menghadapi FC St. Pauli di Stadion Holstein. Rebbe juga menyebut penurunan kapasitas penonton dan rencana stadion baru sebagai faktor yang harus diatasi hingga 2027, sambil menyoroti perubahan pelatih dari Marcel Rapp ke Tim Walter.

Rebbe menjabat sebagai Geschäftsführer Sport sejak April 2024 dan mendorong pergantian: Marcel Rapp digantikan, lalu Tim Walter dipasang. Walter mengumpulkan 15 poin dari enam laga terakhir musim, sehingga KSV bertahan di level yang ia sebut sebagai tempat klub harus mengakar.

“Die Menschen hier erwarten, dass wir ein guter Zweitligist sind,” kata Olaf Rebbe.

Rebbe menempatkan harapan itu dalam konteks anggaran tahunan 13 juta. Ia juga membandingkan situasi Holstein dengan kompetitor seperti Wolfsburg, Hannover, dan Bochum untuk menjelaskan betapa tidak otomatis mengejar standar tersebut.

“Anderswo wachsen die Bäume höher in den Himmel,” kata Olaf Rebbe.

Rebbe mengarahkan perhatian pada St. Pauli sebagai lawan di Stadion Holstein, sembari menggambarkan kondisi fasilitas yang ia nilai memengaruhi suasana pertandingan. Ia menyebut penonton berkurang 3000 orang dibanding sebelumnya.

“Ein neues, wettbewerbsfähiges Stadion ist für Holstein Kiel lebensnotwendig,” kata Olaf Rebbe.

Menurut Rebbe, ruang pengembangan masih tersedia di luar Stadion Holstein, termasuk pusat latihan di Projensdorf yang disebutnya bisa menjadi andalan. Ia menautkannya dengan evaluasi harian yang ia lihat dari kantornya.

“Natürlich ist bei uns allen der Wunsch nach mehr da. Dieses Mehr hieße Bundesliga. Aber um mehr zu sein als ein solider Zweitligist, müssen wir überperformen – alle, über eine gesamte Saison. Wir haben viele Spieler mit dem Potential, mal in der ersten Liga anzukommen,” kata Olaf Rebbe.

Rebbe menambahkan bahwa Marcel Rapp kembali ke Holstein-Stadion pada Jumat, kali ini sebagai pelatih FC St. Pauli setelah lebih dari empat tahun di Kiel. Ia menilai kembalinya Rapp mempertemukan dua kebutuhan yang sama: meraih promosi setelah perubahan skuat.

Di pihak lain, Andreas Bornemann menilai klub perlu membangun tim yang mampu mencapai target, sekaligus menegaskan hubungan antara periode perkembangan pemain dan hasil kompetisi. Bornemann menyinggung bahwa St. Pauli terdegradasi di bawah pelatih Alexander Blessin dan kini mengubah pendekatan menjadi sepak bola konstruktif.

“Teams unterliegen Lebenszyklen. Wir starten jetzt einen neuen,” kata Andreas Bornemann.

Bornemann juga menghubungkan pengalaman klub bertahan dua tahun di Bundesliga dari era akhir 2022 dengan keputusan mempercayai Fabian Hürzeler. Ia kemudian menjelaskan rencana agar pemain mencapai batas kemampuan serta membangun kembali keseimbangan pertahanan dan serangan.

“Zu den Ambitionen gehört auch, dass wir uns infrastrukturell verbessern. Wir modernisieren das Stadion, bauen Trainingsplätze für die Profis, verbessern die Möglichkeiten im Nachwuchsleistungszentrum – das sind Ambitionen. Bezogen auf den Abstieg trifft mich der Vorwurf persönlich, nicht alles gegeben zu haben. Wir hatten bis zum Schluss die Chance, die Liga erneut zu halten,” kata Andreas Bornemann.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author