Hasto Kristiyanto Ajak Masyarakat Sampaikan Kritik Positif di Bulan Kemerdekaan

Share

Dalam momentum bulan Agustus yang sakral karena peringatan kemerdekaan Indonesia, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara positif dan konstruktif, Senin (10/8/2026) di Surabaya.

Hasto menilai demonstrasi sebagai hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, namun mendorong agar ekspresi kritik dilakukan dengan cara yang tepat dan membangun.

"Tapi mari pada bulan Agustus ini, dengan melihat berbagai problematika bangsa yang tidak mudah, itu baiknya kita isi dengan hal-hal yang positif," ujar Hasto saat kunjungan ke Museum H.O.S Tjokroaminoto.

Hasto juga menekankan pentingnya pemerintah menerima kritik sebagai bahan evaluasi untuk kemajuan bangsa. Ia mendorong DPR melakukan fungsi check and balance agar kebijakan pemerintah berjalan efektif.

"Kita tidak bisa melarang berbagai bentuk ekspresi melalui demonstrasi, karena itu hak konstitusional dan dijamin oleh konstitusi. Hanya skala prioritas saat ini pada bulan Agustus ini, lebih baik kita menggali dan kemudian melihat relevansi dan kemudian merumuskan agenda apa yang kita lakukan," kata Hasto.

Selain itu, Hasto menyikapi hasil survei elektabilitas yang menempatkan PDIP di posisi kedua di bawah Partai Gerindra. Ia mengajak kader partai fokus pada kerja nyata membawa perubahan bagi masyarakat.

"Kalau buat kami yang penting kerja untuk rakyat. Apa pun surveinya, kalau kami tidak bisa membawa perubahan-perubahan konkret pada kehidupan rakyat marhaen, lalu apa makna politik?" ucap Hasto.

Hasto mencontohkan sejumlah kebijakan di Kota Surabaya yang menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat kecil, seperti tata ruang, lapangan pekerjaan, dan bantuan sosial yang bersifat memberdayakan.

"Termasuk apa yang terjadi di Kota Surabaya ini menunjukkan bagaimana narasi pembebasan, keberpihakan terhadap wong cilik itu dijabarkan dengan sangat baik," ujar Hasto.

Ia mengingatkan bahwa bantuan sosial harus meningkatkan kemampuan produksi dan kemandirian ekonomi rakyat, bukan sekadar konsumtif.

Hasto juga mendorong anggota legislatif PDIP untuk memperkuat program padat karya dan peningkatan keterampilan masyarakat guna menghadapi tantangan fiskal.

"Kami juga mendorong para anggota legislatif dari PDI Perjuangan menghadapi tantangan fiskal yang sulit untuk lebih mendorong program-program padat karya," ujar Hasto.

Selain itu, PDIP mengembangkan benih padi MSP 65 yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 65 hari dengan hasil beras bertekstur pulen, di bawah pembinaan Sandara Restu.

Survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 27 Juli-3 Agustus 2026 mencatat elektabilitas Partai Gerindra tertinggi 17,5 persen, diikuti PDIP 12,8 persen, dan Golkar 10,4 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author