HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Terkait Promosi Film Dosa Penebusan

Share

Rumah produksi HAS Pictures melayangkan somasi kepada aktris Ratu Sofya terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan pada Jumat (22/5/2026). Langkah hukum ini diambil lantaran sang aktris enggan terlibat dalam kegiatan promosi akibat keberatan dengan adegan dewasa di film tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Pihak rumah produksi yang dimiliki oleh Haldy Sabri dan Irish Bella tersebut menilai sikap sang aktris merugikan perusahaan. Langkah hukum diambil setelah upaya pertemuan sebelumnya dengan kuasa hukum sang aktris tidak menghasilkan jalan keluar bagi kedua belah pihak.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menjelaskan bahwa penolakan keterlibatan promosi oleh salah satu pemeran utama sangat memengaruhi jalannya publikasi film tersebut.

"Ada permasalahan soal film kita yang akan rilis yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. Apa masalahnya? Salah satu peran utama dari kita, dari film ini, tidak ikut promo di kita dan itu jelas merugikan kita dari PH," kata Reza Aditya di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Menurut penjelasan manajemen rumah produksi, alasan keengganan sang aktris berusia 22 tahun tersebut didasari oleh faktor ketidaknyamanan pribadi terhadap isi film.

"Tapi sebelum itu saya mau menjelaskan dulu. Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini," ujar Reza.

Pihak produser menyayangkan sikap tersebut karena selama proses pengambilan gambar berlangsung, sang aktris dinilai tidak menunjukkan keberatan sama sekali.

"Padahal sebelum masalah ini terjadi, saudari RS ini dari awal proses casting, dari reading, dan dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting. Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga," katan Reza.

Meskipun membenarkan keberadaan adegan dewasa dalam alur cerita, manajemen memastikan pengambilan gambar dilakukan secara terukur dan memiliki landasan filosofis yang kuat.

"Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film," jelas Reza.

Pihak rumah produksi juga menegaskan bahwa adegan tersebut bukan komoditas utama untuk menarik minat penonton secara vulgar.

"Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya. Bukan kita ngejual, 'Oh, ini karena ada adegan sex scene jadi kita jualan nih film', nggak gitu. Kita juga bikinnya masih dengan batas-batas yang ya kita tahulah batasnya, enggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi," lanjut Reza.

Persoalan ini dinilai semakin meruncing setelah sang aktris memaparkan pengalamannya dalam sebuah tayangan podcast hingga menjadi viral di media sosial.

"Podcast-nya juga lumayan viral bahwa dia menyebut kalau dia tidak nyaman dan tidak disediakan body double gitu. Jelas itu bertentangan banget ya dengan fakta yang ada di lokasi, dengan yang disampaikan sama RS ini. Itu bener-bener kayak, 'Kok begitu sih kamu Dek? Kok ngomongnya beda ya? Di lokasi syuting juga beda, di podcast itu beda, ketika kamu sudah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah', gitu loh," kata Reza.

Sementara itu, tim hukum rumah produksi telah bergerak mengumpulkan kesaksian dari para kru di lapangan serta meninjau ulang draf kontrak kerja bersama.

"Terkait penggunaan body double dan lain sebagainya, kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi-saksi terkait dengan pekerjaan film ini. Hal-hal yang berkaitan dengan kontraknya antara perusahaan klien kami terkait dengan Safira Ratu Sofya, ini adalah hal-hal yang memang bertentangan dengan hukum secara tidak langsung maupun langsungnya," ungkap Takwa, kuasa hukum HAS Pictures.

Tim pengacara menekankan bahwa pengabaian terhadap jadwal promosi daring maupun luring merupakan bentuk pelanggaran kesepakatan tertulis yang merugikan materiel perusahaan.

"Pada saat ada kewajiban promo di mana dia diwajibkan untuk melaksanakan promo baik secara diri pribadinya maupun bersama dengan perusahaan melalui medsosnya dia, maka itu akan merugikan perusahaan ini sendiri," jelas Takwa.

Upaya mediasi formal telah dilakukan dengan mengundang pihak aktris, namun pertemuan tersebut berakhir buntu tanpa menghasilkan kesepakatan baru.

"Maka perusahaan ini tentu melakukan langkah somasinya dan sekaligus mengundang untuk pertemuan tersebut,Pada saat pertemuan tersebut dihadiri oleh kuasa hukumnya. Pada saat dihadiri kuasa hukumnya, itu pun tidak ada solusi lain gitu," kata Takwa.

Melalui somasi resmi ini, HAS Pictures menuntut agar sang aktris segera melaksanakan seluruh agenda promosi sesuai dengan jadwal yang telah diserahkan sebelumnya.

"Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika Dalam kesempatan ini kami sampaikan, laksanakan yang menjadi kewajibannya terkait promo baik diri pribadinya melalui medsosnya maupun dengan perusahaan yang telah diberikan list-nya, jadwalnya oleh perusahaan kepada kuasa hukumnya saat itu," pungkas Takwa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author