HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Terkait Promosi Film Dosa Penebusan

Share

Rumah produksi HAS Pictures melayangkan somasi kepada aktris Ratu Sofya setelah sang artis menolak ikut serta dalam kegiatan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan pada Kamis (21/5/2026), dilansir dari Detik Hot.

Langkah hukum dari rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella ini dipicu oleh pernyataan Ratu Sofya dalam sebuah video podcast viral yang mengaku tidak nyaman saat menjalani adegan intim dalam film tersebut.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, memberikan klarifikasi bahwa pihak produksi telah memaparkan detail adegan sejak awal dan menyediakan pemeran pengganti demi kenyamanan sang aktris.

Menurut keterangan Reza Aditya, ayah Ratu Sofya pada awalnya sempat menunjukkan keberatan terhadap proyek ini setelah mempelajari sinopsis cerita yang diberikan.

"Awalnya memang ayahnya nggak setuju," kata Reza Aditya, Perwakilan HAS Pictures.

Pernyataan tersebut dikonfirmasi oleh Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, yang membeberkan alasan penolakan awal dari suaminya sebelum akhirnya memberikan izin karena adanya kesepakatan penggunaan pemeran pengganti.

Pihak keluarga memberikan persetujuan akhir setelah rumah produksi memberikan penjelasan secara terbuka kepada media sebelum proses syuting dimulai.

"Pertama papanya nggak mau film ini karena pas ditawari, pas baca sinopsis ada adegan apa gitu maksudnya yang agak gitulah. Cuma dijelaskan ini hanya gambaran saja, terus nanti walaupun itu pakai body double," ungkap Intan Masthura, Ibunda Ratu Sofya.

Pihak keluarga bersedia melonggarkan izin karena Ratu Sofya sangat tertarik dengan moral cerita dalam skenario film tersebut.

"Terus kata papanya, 'Oke kalau gitu preskon dulu'. Udah preskon waktu itu sebelum syuting, preskon dulu dijelaskan ke wartawan dan memang disediakan body double," sambung Intan Masthura, Ibunda Ratu Sofya.

Intan Masthura juga menegaskan bahwa keputusan mengambil peran ini murni keinginan sang anak tanpa ada unsur paksaan dari keluarga.

"Nah, terus karena ceritanya yang menarik, Ratu bilang, 'Mama, ini bagus ceritanya Mah.' Dan kami baca memang ceritanya bagus banget jadi pelajaran buat hidup kita," ujar Intan Masthura, Ibunda Ratu Sofya.

Untuk memperkuat bantahannya, Intan mengaku menyimpan dokumentasi video pribadi selama aktivitas syuting putrinya berlangsung.

"Jadi kalau dibilang misalnya kami-dia nggak mau karena kami yang memaksa-itu bohong gitu, nggak ada. Saya punya bukti, punya bukti semua kebetulan saya kan suka video-videoin anak-anak saya kalau lagi preskon atau lagi syuting apa gitu, jadi saya ada buktinya," kata Intan Masthura, Ibunda Ratu Sofya.

Di sisi lain, Reza Aditya mengungkapkan bahwa tim produksi telah melalui proses diskusi panjang sebelum menjatuhkan pilihan pemeran kepada Ratu Sofya.

"Casting director saya malah yang menyampaikan kalau dianya pengin banget film ini dan dia yang akan meyakinkan orang tuanya untuk tetap mengambil film ini," kata Reza Aditya, Perwakilan HAS Pictures.

Co Produser HAS Pictures, Putri, menambahkan bahwa seluruh rangkaian produksi dari pembacaan naskah, syuting, hingga sesi foto poster berjalan lancar tanpa keluhan.

"Dari awal kita sudah billing bahwa adegannya tidak sesenonoh itu, masih pakai baju, tidak ada adegan kissing, tidak ada adegan vulgar. Pas saat reading pun dia aman, saat syuting juga fine-fine aja. Bahkan kita sempat ketemu lagi untuk take VO, untuk photoshoot, semuanya aman aja," kata Putri, Co Produser HAS Pictures.

Kekecewaan tim produksi muncul ketika Ratu Sofya mulai menolak menyetujui unggahan kolaborasi maupun tanda pagar promosi di media sosial Instagram.

"Permasalahan itu terjadi ketika saat mau promo ya kita tag-tag di Instagram dia tidak approve. Story terus collaboration dia tidak approve," ujar Putri, Co Produser HAS Pictures.

Reza Aditya mengaku terkejut karena sikap sang aktris di media sosial bertolak belakang dengan komitmen yang ditunjukkan sejak awal masa persiapan film.

"Kita syok gitu lo, kok dia bisa ngomong segitunya ya. Padahal ini bertolak belakang banget dari proses reading," kata Reza Aditya, Perwakilan HAS Pictures.

Sebelum polemik somasi ini memanas, Ratu Sofya sempat memicu perbincangan publik terkait pengakuannya menerima kontrak film demi membiayai kebutuhan finansial keluarga besar.

"Gue harus main film yang ada adegan nggak pantasnya demi keluarga gue bisa dapat duit ratusan juta. Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue," kata Ratu Sofya, Aktris.

Ratu Sofya mengklaim bahwa seluruh pendapatan dari kerja kerasnya dialokasikan untuk membiayai pendidikan hingga pengobatan anggota keluarganya.

"Keluarga inti berenam, ada keluarga lain lagi yang harus gue kuliahin, yang harus gue obatin," tutur Ratu Sofya, Aktris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author