Harga Tiket Resale Final Piala Dunia 2026 Tembus 2,3 Juta Dolar AS

Share

Lonjakan harga tiket di pasar sekunder terjadi menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, dengan harga tertinggi menembus angka 2,3 juta dolar AS pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Nilai penjualan tiket pada platform resmi FIFA tersebut berfluktuasi dari yang terendah sekitar 10.000 dolar AS hingga mencapai jutaan dolar AS akibat tingginya permintaan penonton. Fenomena ini menjadikan partai puncak tersebut dinilai sebagai salah satu ajang olahraga dengan biaya tiket termahal.

Meskipun FIFA sempat menetapkan harga awal sebesar 575 dolar AS untuk laga fase grup, sistem penetapan harga dinamis membuat nilai tiket melonjak tajam. Pakar tiket yang pernah bekerja untuk Cleveland Cavaliers memberikan analisis mengenai strategi manajemen tiket yang diterapkan oleh penyelenggara.

"What FIFA did a very good job of was determining what demand would be because people [were] paying these absurd prices for just about all the 104 matches," kata Scott Friedman, seorang pakar tiket.

Strategi penawaran tiket secara bertahap atau lambat juga digunakan oleh penyelenggara untuk merangsang minat beli masyarakat di pasar. Pengetatan jumlah inventaris kursi yang tersedia membuat publik merasa ruang menonton menjadi sangat terbatas.

"They can act like they already sold their seats and kind of just dribble them in accordingly to obviously increase market demand," ujar Scott Friedman yang kini mengelola Ticket Talk Network.

Dia menambahkan contoh kepanikan pembeli akibat sistem ini.

"Like, ‘Oh, there’s only so-and-so amount of tickets left available in the section, I better buy now,'" ucap Scott Friedman.

Penerapan sistem penetapan harga dinamis yang baru pertama kali digunakan oleh FIFA dalam turnamen ini memicu berbagai tanggapan di kalangan akademisi karena dinilai kurang transparan. Seorang profesor dari Columbia University menyoroti reaksi masyarakat terhadap kebijakan fluktuasi harga real-time tersebut.

"One reason for the frustration over the last few months is that no one really knows how this works," tutur Adam Elmachtoub, seorang associate professor teknik industri dan riset operasi di Columbia University.

Ketidakpastian harga dianggap menjadi beban tersendiri bagi para penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan laga kelas dunia. Kompleksitas penentuan harga wajar menjadi perdebatan karena sifat industri hiburan yang bukan merupakan kebutuhan pokok.

"People are willing to accept dynamic pricing — we deal with it for airfare, we deal with it even [for] buying clothes — but I think when it's such a high-profile event, transparency will help a lot," kata Adam Elmachtoub.

Dia juga menekankan kerumitan aspek keadilan harga pada pertandingan olahraga besar.

"The notion of what is fair pricing here is complex because entertainment is not like a necessity," ujar Adam Elmachtoub.

Di sisi lain, platform pasar sekunder seperti SeatGeek mencatat rata-rata harga tiket final berada di angka 11.000 dolar AS per Jumat, 17 Juli 2026. Direktur pemasaran platform tersebut menjelaskan tren pergerakan minat pasar sepanjang turnamen bergulir.

"What we’re seeing with this year’s World Cup is that demand fluctuates with every round and every match-up reveal," kata Chris Leyden, direktur senior pemasaran di SeatGeek.

Chris Leyden menyatakan antusiasme penonton tetap terjaga sejak fase awal hingga babak gugur.

"The appetite for this tournament has held up remarkably well from the group stage through the knockouts," ucap Chris Leyden.

Meskipun minat pasar dinilai sangat tinggi, situasi ini memicu kritik dari pengamat hak asasi manusia dan komunitas suporter Eropa karena harga dinilai terlalu eksklusif bagi kalangan tertentu. Direktur eksekutif Football Supporters Europe menyampaikan pandangannya mengenai aksesibilitas turnamen ini.

"It’s been a World Cup for a happy few," kata Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe.

Menurut laporan Reuters berdasarkan data kehadiran penonton FIFA, lebih dari separuh dari total 72 pertandingan babak grup terisi penuh sesuai kapasitas stadion, dengan tingkat keterisian kursi mencapai 99,7 persen pada fase penyisihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author