Harga Mobil Listrik Global Turun di Bawah Rata-Rata Mobil Hybrid

Share

Tren harga kendaraan ramah lingkungan secara global mengalami pergeseran signifikan. Rata-rata harga jual mobil listrik (EV) kini tercatat lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar hybrid.

Berdasarkan data Mobility Global yang dikutip dari Detik Oto, rata-rata harga pasar mobil listrik dunia berada di kisaran US$ 37.000 atau sekitar Rp 660 jutaan. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 9 persen jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2020.

Kondisi berlawanan justru terjadi pada pasar kendaraan hybrid. Pada periode lima tahun yang sama, rata-rata harga mobil hybrid mengalami lonjakan sebesar 16 persen hingga mencapai angka US$ 39.000.

Pesatnya penetrasi serta ekspor kendaraan listrik buatan pabrikan China menjadi faktor pendorong utama penurunan harga secara global. Volume ekspor EV dari negara tersebut melonjak tajam dari di bawah 100.000 unit pada 2020 menjadi sekitar 1,64 juta unit.

Ekspansi kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu ini berdampak langsung pada peta persaingan pasar berkembang. Kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan menjadi wilayah di mana harga mobil listrik sudah lebih terjangkau daripada mobil hybrid.

Di Thailand, dominasi pabrikan kendaraan listrik asal China bahkan telah menguasai hampir 30 persen dari total penjualan mobil baru di negara tersebut.

Penurunan Biaya Baterai Lithium-Ion

Faktor krusial lain yang menekan biaya produksi EV adalah kemerosotan harga komponen baterai lithium-ion. Sepanjang kurun waktu 2020 hingga 2025, komponen yang menyumbang 30 hingga 40 persen dari total biaya pembuatan mobil ini mencatatkan penurunan harga sekitar 37 persen.

Laporan BloombergNEF mengidentifikasi bahwa kelebihan kapasitas produksi baterai di China menjadi penyebab utamanya. Saat ini, pasar baterai kendaraan listrik dunia memang dikuasai oleh China dengan pangsa mencapai 80 persen.

Di samping masalah pasokan, pergeseran penggunaan ke teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP) mempercepat efisiensi biaya. Karakteristik baterai LFP yang tidak menggunakan material kobalt membuat biaya manufakturnya jauh lebih stabil.

Pengembangan teknologi LFP yang terus melesat juga menarik minat produsen otomotif global lainnya. Raksasa otomotif Eropa seperti Renault dan Volkswagen bahkan telah mengonfirmasi rencana adopsi teknologi baterai LFP pada lini produk mereka.

Perbandingan Tren dengan Mobil Bensin

Dinamika harga mobil listrik berbanding terbalik dengan kendaraan berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata harga mobil ICE justru mengalami kenaikan tipis.

Sementara itu, kategori kendaraan plug-in hybrid mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan. Tren penurunan pada plug-in hybrid ini juga dipengaruhi oleh semakin murahnya harga komponen baterai LFP di pasaran.

Peningkatan harga minyak akibat ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah turut melipatgandakan biaya operasional kendaraan bensin dan diesel. Situasi ini dinilai berpotensi kuat mendorong minat konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.

Perkembangan pasar terkini membuktikan bahwa keunggulan mobil listrik tidak lagi terbatas pada isu ramah lingkungan dan efisiensi energi semata, melainkan juga pada tingkat keterjangkauan harga beli masyarakat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author