Lonjakan Harga Minyak Dunia Tekan Kurs Rupiah dan Tarif BBM

Share

Fluktuasi pasar energi global akibat lonjakan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel memicu pelemahan nilai tukar rupiah dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia pada Selasa (19/5/2026).

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup merosot ke level Rp17.706 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut melemah ke posisi Rp17.719 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.666 per dolar AS.

Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh ketatnya pasokan akibat konflik di Timur Tengah ini juga berimplikasi langsung pada membengkaknya beban subsidi domestik serta memicu kenaikan harga komoditas BBM, khususnya jenis diesel non-subsidi di berbagai SPBU.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan, keterpurukan mata uang Garuda dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan keterbatasan ruang fiskal di dalam negeri akibat pembengkakan subsidi energi.

"Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor domestik menanti hasil RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) akan diumumkan besok dan ruang fiskal yang masih terbatas akibat subsidi yang membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas 100 dolar," ujar Rully Nova sejalan dengan laporan Antara.

Menurut analisisnya, pergerakan nilai tukar saat ini juga dipengaruhi oleh proyeksi penambahan beban anggaran negara jika harga BBM bersubsidi tidak disesuaikan.

"Dengan asumsi kurs di APBN Rp16.500 maka tambahan subsidi Rp150 triliun dengan kurs yang terus meningkat dan tidak ada kenaikan BBM subsidi," kata Rully Nova.

Selain masalah energi, berkurangnya minat investor asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia akibat menyempitnya selisih imbal hasil dengan obligasi pemerintah AS turut memperberat posisi rupiah.

"Pelemahan rupiah selain karena kebutuhan dolar musiman, saat ini juga dipengaruhi oleh minat pelaku pasar asing yang menurun terhadap obligasi pemerintah sejalan dengan selisih yield yang menipis dibanding dengan obligasi pemerintah AS," ujar Rully Nova.

Dampak ketidakstabilan pasar minyak dunia tersebut tercermin nyata di sektor hilir migas nasional dengan adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi di sejumlah operator SPBU seperti Pertamina, BP, Shell, dan Vivo per 19 Mei 2026.

Pertamina tercatat mempertahankan stabilitas harga pada produk tertentu, namun penyesuaian harga yang signifikan terlihat pada jenis bbm diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang kini menembus kisaran Rp26.000 hingga Rp27.000 per liter di wilayah Jawa.

Berikut adalah rincian perbandingan harga komoditas bbm di wilayah Jawa dari seluruh operator SPBU yang berlaku saat ini.

Daftar Harga BBM per 19 Mei 2026 (Wilayah Jawa)
Operator SPBU Jenis BBM Harga per Liter
Pertamina Pertalite (RON 90) Rp10.000
Pertamina Biosolar (CN 48) Rp6.800
Pertamina Pertamax (RON 92) Rp12.300
Pertamina Pertamax Green 95 (RON 95) Rp12.900
Pertamina Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.900
Pertamina Dexlite (CN 51) Rp26.000
Pertamina Pertamina Dex (CN 53) Rp27.900
BP BP 92 Rp12.390
BP BP Ultimate Rp12.930
BP BP Ultimate Diesel Rp29.890
Shell V-Power Diesel Rp30.890
Vivo Revvo 92 Rp12.390
Vivo Diesel Primus Rp30.890

Di luar wilayah Jawa, harga BBM Pertamina mengalami variasi akibat pengaruh kebijakan pajak daerah serta biaya distribusi, seperti di sebagian wilayah Sumatera di mana harga Pertamax tercatat Rp12.600, Pertamax Turbo Rp20.350, Dexlite Rp26.600, dan Pertamina Dex mencapai Rp28.500 per liter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author