Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah Akibat Sentimen Moneter
Harga emas dunia di pasar spot merosot tajam sebesar 2,24 persen menjadi US$ 4.097,8 per troy ons pada penutupan perdagangan Selasa (23/6/2026). Penurunan ini dipicu oleh menebalnya keyakinan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global yang cenderung ketat, berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloomberg Technoz.
Koreksi tajam tersebut membawa harga sang logam mulia ke level terendah sejak 10 Juni atau nyaris dua pekan terakhir. Pergeseran proyeksi dari lembaga keuangan besar seperti Deutsche Bank AG dan BofA Global Research memengaruhi ekspektasi pasar, di mana keduanya kini memasukkan agenda kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) pada September tahun ini.
Pengaruh revisi kebijakan moneter dari bank sentral AS atau Federal Reserve dinilai menjadi penekan utama pergerakan harga emas. Kebijakan suku bunga tinggi membuat investasi pada emas menjadi kurang menarik karena sifatnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
“Perubahan proyeksi atas kebijakan Federal Reserve akibat masih kuatnya data ekonomi AS menjadi faktor utama yang membuat harga emas turun,” tulis catatan Deutsche Bank.
Lembaga keuangan tersebut turut memangkas proyeksi harga emas untuk kuartal III-2026 menjadi US$ 4.300 per troy ons, turun lebih dari 20 persen dari perkiraan sebelumnya. Deutsche Bank juga memperkirakan tidak ada penurunan Fed Funds Rate pada tahun ini, meskipun harga emas diramal naik ke level US$ 4.800 per troy ons pada kuartal IV-2026.
Pergerakan teknikal harian menunjukkan posisi emas saat ini terbenam di zona bearish, yang terkonfirmasi dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 34. Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 52 yang menunjukkan area beli namun cenderung netral.
Peluang kenaikan melalui technical rebound masih terbuka pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah koreksi yang dalam. Target resisten terdekat berada di posisi US$ 4.159 per troy ons dengan target optimistis mencapai US$ 4.314 per troy ons, sedangkan target support terdekat jika harga kembali turun berada pada level US$ 4.061 per troy ons.