Harga Emas Dunia Turun Dua Hari Beruntun Akibat Konflik Timur Tengah

Share

Harga emas dunia di pasar spot merosot sebesar 1,45 persen ke level US$ 4.104,5 per troy ons pada perdagangan Selasa (7/7/2026) akibat kembali memanasnya dinamika politik di kawasan Timur Tengah. Penurunan ini melengkapi koreksi harga sang logam mulia yang terjadi selama dua hari berturut-turut dengan akumulasi pelemahan mencapai 1,58 persen, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sentimen negatif pasar emas dipicu oleh langkah Kementerian Keuangan Amerika Serikat yang mencabut pelonggaran sanksi terhadap minyak Iran setelah terjadinya serangan atas tiga kapal komersial di Selat Hormuz. Eskalasi tersebut langsung direspons oleh Pusat Komando Amerika Serikat dengan meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran.

"Serangan ini bertujuan untuk memberi pelajaran karena telah menargetkan kapal-kapal komersial yang diawaki oleh warga sipil di perairan internasional," cuit Pusat Komando AS melalui akun media sosial X.

Ketegangan tersebut memicu lonjakan harga minyak jenis brent sebesar 5,8 persen ke level US$ 76,15 per barel yang berpotensi meningkatkan inflasi global akibat mahalnya harga energi. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa bank sentral di berbagai negara akan menaikkan suku bunga acuan, sebuah iklim kebijakan moneter yang kurang menguntungkan bagi emas selaku aset tanpa imbal hasil.

Secara analisis teknikal, posisi emas saat ini masih berada di zona bearish dengan indikator Relative Strength Index 14 hari yang menempati posisi 43. Meski demikian, potensi kenaikan harga emas untuk perdagangan Rabu (8/7/2026) tetap terbuka mengingat indikator Stochastic RSI berada di area beli kuat pada level 75.

Target resisten terdekat pergerakan harga emas berada pada level US$ 4.119 per troy ons, sementara titik support terdekat jika terjadi penurunan lanjutan berada di posisi US$ 4.088 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author