Harga Emas Dunia Merosot Akibat Pencabutan Waiver Minyak Iran oleh AS
Harga emas batangan mengalami penurunan setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) resmi mencabut pengecualian atau waiver yang selama ini mengizinkan penjualan minyak Iran. Kebijakan tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz memicu kekhawatiran pelaku pasar bahwa lonjakan harga energi dapat mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Akibat pengumuman tersebut, emas spot sempat merosot hingga 1,8 persen seiring dengan penguatan mata uang dolar AS, kenaikan harga minyak, serta meningkatnya imbal hasil obligasi.
Langkah tegas dari Departemen Keuangan AS ini diambil setelah terjadinya insiden serangan terbaru yang menyasar kapal-kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.
Kombinasi antara suku bunga yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS secara umum menjadi sentimen negatif bagi pergerakan komoditas logam mulia. Hal ini terjadi karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga dan transaksinya diperdagangkan dalam denominasi dolar AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, fokus pasar emas terus tertuju pada proyeksi kebijakan suku bunga The Fed, dengan fluktuasi harga yang mengikuti ekspektasi pengetatan moneter. Kembalinya kenaikan harga energi memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama demi meredam inflasi.
Pada akhir pekan ini, bank sentral AS dijadwalkan merilis risalah atau minutes dari rapat kebijakan bulan Juni yang tengah dinantikan oleh para pelaku pasar. Sebelumnya, harga emas sudah menunjukkan pelemahan setelah pertemuan tersebut karena Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menunjukkan sikap yang lebih hawkish daripada perkiraan pasar. Sejak ketegangan atau perang dengan Iran dimulai, akumulasi penurunan harga emas dunia tercatat telah mencapai lebih dari 20 persen.
Pada pukul 15.45 waktu New York, harga emas spot terkoreksi sebesar 1,3 persen menjadi US$4.109,14 per ons, sementara harga perak melemah hingga 3,3 persen.
Di sisi lain, pergerakan harga untuk komoditas platinum dan paladium justru terpantau menguat, bersamaan dengan Bloomberg Dollar Spot Index yang naik 0,2 persen.