Rusia dan Ukraina Saling Serang Rudal serta Ratusan Drone
Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kian meningkat setelah gelombang serangan rudal balistik dan ratusan drone melanda wilayah Kyiv, Moskow, hingga Kharkiv pada pertengahan Agustus 2026 yang mengakibatkan puluhan warga sipil tewas.
Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan 33 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal Rusia yang menghantam 12 lokasi di tiga distrik Kota Kyiv, Ukraina pada Kamis dini hari. Kerusakan terparah melanda Distrik Solomianskyi setelah dua lantai teratas sebuah gedung apartemen sembilan lantai hancur dihantam rudal.
Dinas Layanan Darurat Ukraina mengonfirmasi bahwa petugas penyelamat terus dikerahkan untuk membebaskan warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal dan tempat perlindungan sekolah. Sebagaimana dilaporkan The Associated Press, meningkatnya penggunaan rudal balistik oleh Rusia menjadi tantangan berat bagi sistem pertahanan udara Ukraina yang mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat.
Sebelumnya, serangan udara Rusia di wilayah Kharkiv juga merenggut nyawa 10 orang dan melukai 17 warga lainnya. Gubernur wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov, menyatakan melalui media sosial bahwa pasukan Rusia meluncurkan serangan roket ke persimpangan jalan sibuk di desa Pechenigy.
Merespons kejadian tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kecamannya melalui media sosial terkait lokasi serangan yang dipadati fasilitas publik.
<"Kami pasti akan merespons serangan Rusia ini. Dan sama pentingnya bahwa mitra-mitra kami juga melengkapi… tanggapan kami dengan tindakan mereka sendiri untuk memberikan tekanan pada Rusia dan mendukung Ukraina," kata Zelensky.
Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan balasan skala besar dengan menembakkan 620 drone ke arah ibu kota Rusia, Moskow, sepanjang Senin malam. Dilansir AFP, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengklaim pertahanan udara Rusia berhasil memukul mundur ancaman tersebut.
"Malam ini dan pagi ini, pasukan pertahanan udara berhasil memukul mundur serangan drone skala besar di wilayah Moskow," kata Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov melalui Telegram.
Vorobyov menambahkan bahwa insiden itu melukai tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Serangan drone Ukraina turut merusak gudang perusahaan logistik Wildberries di timur Moskow, yang dituding menjadi pemasok komponen drone militer Rusia.
"Kompleks logistik perusahaan di wilayah Moskow mengalami kerusakan ringan akibat serangan tersebut. Puing-puing menghantam dinding bangunan," kata pihak perusahaan Wildberries dalam sebuah pernyataan resmi.
Meningkatnya intensitas serangan drone dan rudal di Eropa Timur kini juga memicu kekhawatiran negara-negara Barat. Analis pertahanan Francis Tusa menilai celah pertahanan udara membuat negara seperti Inggris rentan terhadap ancaman strategi perang hibrida dan serangan drone murah di masa depan.