Harga Emas Dunia Melonjak Imbas Sinyal Damai AS-Iran
Harga emas dunia di pasar spot melonjak 1,37 persen hingga ditutup pada level US$ 4.578,7 per troy ons pada perdagangan Senin (25/5/2026). Lonjakan komoditas ini dipicu oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah seiring menguatnya sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Sinyal positif tersebut muncul setelah adanya pernyataan resmi mengenai perkembangan dialog bilateral kedua negara. Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan harga emas kemudian cenderung mendatar pada perdagangan Selasa pagi dengan penurunan tipis 0,08 persen ke level US$ 4.575,4 per troy ons pada pukul 06:22 WIB.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan konfirmasi langsung mengenai perkembangan positif dari perundingan yang sedang berlangsung terkait konflik Timur Tengah.
"dialog dengan Iran seputar kesepakatan interim untuk memperpanjang masa gencatan senjata dan melonggarkan arus pelayaran di Selat Hormuz berjalan dengan baik." kata Donald Trump, Presiden AS.
Kabar tersebut langsung memicu kejatuhan harga minyak jenis brent sebesar 6,61 persen ke level US$ 96,69 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan energi mereda. Penurunan harga energi ini berpotensi menekan risiko inflasi global, sehingga bank sentral memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan yang akan menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Secara teknikal, indikator Relative Strength Index 14 hari berada di angka 55 yang menunjukkan emas masuk zona bullish, sementara Stochastic RSI berada di posisi jenuh jual. Pergerakan hari ini diperkirakan menghadapi resisten terdekat di US$ 4.581 per troy ons dengan titik pivot point yang perlu diwaspadai pada level US$ 4.574 per troy ons.