Harga Emas Dunia Berpotensi Rebound Setelah Bertahan di Area Support
Prospek penguatan harga emas dunia mulai terlihat setelah komoditas ini berhasil bertahan di area support penting pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe H4 tersebut menunjukkan sinyal pemulihan dan berpeluang membalikkan tren penurunan yang terjadi sebelumnya.
Analisis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengungkapkan bahwa harga emas sempat turun hingga menyentuh area support di level 4.430 secara teknikal sebelum akhirnya tekanan jual mereda.
"Namun setelah mencapai level tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pasar menunjukkan respons beli yang cukup kuat. Kondisi ini terlihat dari terbentuknya swing low yang menjadi salah satu indikasi pasar sedang berupaya menghentikan tren penurunan yang terjadi sebelumnya," kata Geraldo Kofit, Analisis Dupoin Futures.
Menurut penjelasan Geraldo Kofit, pergerakan harga saat ini membentuk pola Falling Wedge yang kerap dianggap sebagai sinyal awal pembalikan arah dari bearish menuju bullish. Indikator stochastic yang bergerak naik juga memperlihatkan peningkatan momentum beli dari para investor di pasar.
"Jika momentum penguatan terus berlanjut, harga emas berpeluang menguji area resistance pertama di level USD4.496. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang dipantau oleh para pelaku pasar. Apabila berhasil ditembus, maka peluang penguatan lanjutan menuju area USD4.526 akan semakin terbuka," ujar Geraldo Kofit, Analisis Dupoin Futures.
Faktor fundamental global seperti ketidakpastian ekonomi dan potensi pelemahan dolar Amerika Serikat turut mendukung peluang rebound ini. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan sinyal dovish dari Federal Reserve juga berpotensi menjadi katalis positif bagi logam mulia.
"Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini, emas berpeluang melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup besar, sekaligus membuka peluang terbentuknya tren bullishbaru dalam jangka pendek," kata Geraldo Kofit, Analisis Dupoin Futures.
Di sisi lain, institusi keuangan global memiliki pandangan tersendiri mengenai pergerakan harga emas untuk jangka panjang. Dilansir dari Kitco News, bank asal Kanada TD Securities mempertahankan proyeksi optimis bahwa rata-rata harga emas akan melejit kembali dalam beberapa tahun ke depan.
"Kami memperkirakan tekanan inflasi akan mereda setelah perang di Iran berakhir, yang akan memungkinkan suku bunga turun, dolar AS melemah, dan investor sekali lagi membicarakan perdagangan pelemahan mata uang. Kekhawatiran akan represi keuangan, meningkatnya risiko geopolitik, dan pembelian yang lebih kuat oleh investor dan bank sentral dapat mendorong harga emas diperdagangkan di sekitar US$ 5.350/ons pada kuartal kedua tahun 2027," kata Bart Melek, analis komoditas di TD Securities.
Meskipun optimis untuk jangka panjang, TD Securities memprediksi harga emas masih akan melanjutkan tren koreksi pada paruh kedua tahun 2026. Rata-rata harga emas diproyeksikan mencapai US$ 4.550 per troy ounce pada kuartal ketiga 2026 dan menjadi US$ 4.700 per troy ounce pada kuartal terakhir 2026.
"Ekspektasi inflasi yang tinggi, terkait dengan guncangan pasokan telah mendorong imbal hasil di seluruh kurva lebih tinggi, menjaga dolar AS tetap kuat, dan mendorong pasar untuk mulai memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2026," papar Bart Melek, analis komoditas di TD Securities.
TD Securities juga memperkirakan adanya skenario risiko lain bagi pergerakan komoditas ini. Harga emas berpeluang menguji level support di angka US$ 4.000 per troy ounce apabila harga minyak dunia melonjak dan bertahan di atas level US$ 100 per barel.