Harga Emas Dunia 30 Mei 2026 Melesat 1,02 Persen di Pasar Spot

Share

Harga emas dunia di pasar spot mencatatkan lonjakan pada penutupan perdagangan kemarin. Komoditas logam mulia ini mengalami kenaikan sebesar 1,02% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, harga emas dunia kini bertengger di level US$ 4.541,4 per troy ons pada penutupan Jumat (29/5/2026). Performa ini membuat harga emas membukukan kenaikan 0,55% secara point-to-point sepanjang pekan ini.

Kendati demikian, performa sang logam mulia sepanjang Mei masih mencatatkan koreksi. Harga emas mencatat penurunan sebesar 1,76% sepanjang bulan ini yang sekaligus menjadi perdagangan terakhir untuk Mei.

Penurunan tersebut membawa harga emas kembali ke level awal tahun. Sejak meletusnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari lalu, nilai investasi emas sudah anjlok sekitar 14%.

Situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini menjadi motor utama yang menggerakkan fluktuasi harga emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menyepakati masa gencatan senjata untuk kurun waktu 60 hari ke depan.

Terkait kesepakatan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa dirinya segera mengambil keputusan final. Namun, New York Times mengungkapkan bahwa Donald Trump meninggalkan rapat dua jam tanpa menghasilkan keputusan apapun.

Ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran akan tingginya harga energi dunia. Kondisi tersebut mempersulit bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka melalui penurunan suku bunga acuan.

Situasi suku bunga yang bertahan di level tinggi ini berdampak kurang menguntungkan bagi emas. Sebab, logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Meskipun mengalami koreksi bulanan, analisis teknikal dengan monthly time frame menunjukkan emas masih berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari saat ini berada di angka 71.

Angka RSI di atas 50 merefleksikan posisi aset yang sedang bullish. Namun, posisi RSI yang sudah melampaui angka 70 juga menjadi indikator bahwa kondisi pasar telah jenuh beli atau overbought.

Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari terdeteksi sudah menyentuh angka nol. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa pasar emas sudah sangat jenuh jual atau oversold.

Memasuki periode Juni, pergerakan harga emas berpotensi mengalami kenaikan. Pelaku pasar perlu mencermati titik pivot point yang berada di level US$ 4.674 per troy ons.

Apabila bergerak naik dari titik tersebut, harga emas berpeluang menguji area resisten di rentang US$ 4.756 hingga US$ 4.838 per troy ons. Resisten selanjutnya diproyeksikan berada pada kisaran US$ 4.909 sampai US$ 5.054 per troy ons, dengan target optimistis pada US$ 5.192 per troy ons.

Sebaliknya, jika harga emas berbalik melemah, level US$ 4.529 per troy ons akan menjadi area support terdekat. Penembusan di bawah titik support ini berisiko menekan harga lebih dalam ke kisaran US$ 4.448 hingga US$ 4.376 per troy ons.

Risiko penurunan lebih lanjut dapat membawa emas menuju target support berikutnya di rentang US$ 4.294 sampai US$ 4.079 per troy ons. Sementara itu, target paling pesimistis untuk koreksi harga berada pada level US$ 4.053 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author