Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 Per Gram Pada 1 Juni 2026
Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan pada perdagangan terbaru. Dilansir dari Bloomberg Technoz, nilai investasi komoditas ini melemah cukup signifikan dibandingkan dengan posisi sebelumnya.
Pada Selasa (1/6/2026), harga emas Antam dipatok sebesar Rp 2.774.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp 25.000 dari harga yang berlaku pada hari kemarin.
Kondisi yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam yang kini berada di level Rp 2.584.000 per gram. Nilai buyback ini tercatat ikut menyusut sebesar Rp 25.000 dibandingkan hari sebelumnya.
| Ukuran Emas | Harga Batangan (Rp) |
|---|---|
| 1 gram | 2.774.000 |
Dinamika yang terjadi pada pasar emas dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas Antam. Di pasar spot kemarin, harga emas dunia ditutup pada posisi US$ 4.483,8 per troy ons setelah jatuh 1,27 persen dari penutupan akhir pekan lalu.
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah saat ini masih mendominasi perhatian para pelaku pasar global karena memuat laporan yang saling bertolak belakang. Media Iran mengabarkan penundaan komunikasi dengan Amerika Serikat akibat gempuran Israel ke Lebanon yang terus berlanjut.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyatakan bahwa proses diskusi dengan Teheran tetap berjalan. Hubungan ini bahkan disebut-sebut berpotensi mencapai kesepakatan paling cepat awal pekan depan, khususnya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ketidakpastian informasi tersebut memicu lonjakan kembali pada harga minyak mentah. Minyak jenis brent mencatat kenaikan sebesar 4,24 persen dan ditutup pada level US$ 94,98 per barel kemarin.
Tingginya harga energi memicu kekhawatiran global terhadap ancaman inflasi yang melonjak. Situasi ini mempersulit bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka melalui penurunan suku bunga acuan.
Kondisi suku bunga yang tetap tinggi membuat emas menjadi pilihan investasi yang kurang menguntungkan bagi para pelaku pasar. Hal ini terjadi karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.