Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Akibat Tekanan Likuidasi

Share

Tekanan likuidasi massal memicu penurunan harga Bitcoin hingga menyentuh titik terdalam di level US$61.322 pada Jumat, 5 Juni 2026, yang menjadi tren pelemahan terpanjang sejak Agustus tahun lalu.

Kemerosotan aset kripto terkemuka ini terjadi di tengah aksi penjualan perdana oleh Strategy Inc. sejak 2022 serta rekor arus keluar dana dari ETF Bitcoin, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Data dari CoinGlass menunjukkan ambruknya keyakinan pasar dipicu oleh lenyapnya taruhan bullish senilai hampir US$4 miliar sejak awal pekan ini, dengan penurunan dipimpin oleh Bitcoin.

Penurunan harian berturut-turut selama enam hari ini menjadi yang terparah, mengulang tren Agustus tahun lalu dengan koreksi nilai yang jauh lebih tajam.

Selain itu, produk investasi ETF Bitcoin spot di bursa Amerika Serikat mencatat penarikan dana investor sebesar US$4,4 miliar sepanjang 13 sesi perdagangan terakhir.

Sentimen negatif ini turut menyeret Ether yang jatuh ke level terendah sejak April 2025 di kisaran US$1.780 pada perdagangan Kamis pagi waktu Amerika Serikat.

Kepala riset aset digital Standard Chartered Plc, Geoffrey Kendrick memberikan analisis terkait situasi sulit yang melanda industri mata uang digital saat ini.

"Minggu ini sangat menyakitkan di pasar kripto. Tidak ada cara lain untuk mengatakannya," kata Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered Plc.

Kendrick menyoroti langkah Strategy, perusahaan treasury milik Michael Saylor, yang melepas 32 Bitcoin pekan ini sehingga menekan psikologis pasar meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan total cadangan mereka.

"Kali ini saya menduga aksi beli setelah penjualan akan lebih agresif," kata Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered Plc.

Koreksi ini membuat nilai Bitcoin terpangkas sekitar separuh dari rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 yang dicapai pada Oktober lalu, di saat saham teknologi justru terus mencetak rekor baru.

Pergeseran arus modal ritel kini beralih menuju perdagangan pertumbuhan lain seperti saham kecerdasan buatan (AI), opsi jangka pendek, pasar prediksi, hingga instrumen stablecoin.

CEO dan salah satu pendiri FRNT Financial Inc, Stephane Ouellette mengungkapkan faktor lain yang memicu pengetatan likuidasi dari para investor ritel.

"Banyak trader ritel yang berharap membeli IPO SpaceX atau IPO AI berikutnya atau pembiayaan, memiliki profil yang mirip dengan pemegang BTC," kata Stephane Ouellette, CEO dan salah satu pendiri FRNT Financial Inc.

Penurunan ekstrem pada aset kripto utama hari ini diduga kuat terjadi karena para pemegang aset berupaya mengumpulkan uang tunai demi mendanai partisipasi mereka dalam aksi korporasi tersebut.

"Saya meramal bahwa sebagian dari kelemahan yang lebih ekstrem pada Bitcoin hari ini didorong oleh investor yang mencoba mengumpulkan dana tunai untuk membiayai pembelian mereka, khususnya IPO SpaceX minggu depan," kata Stephane Ouellette, CEO dan salah satu pendiri FRNT Financial Inc.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author