Harga Bitcoin Anjlok Dekati 58.000 Dolar AS Akibat Perubahan Strategi Pembiayaan

Share

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga 3,5 persen mendekati level 58.000 dolar AS pada hari Selasa, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kondisi ini dipicu oleh mundurnya dukungan awal para investor terhadap langkah Michael Saylor di Strategy Inc. yang melakukan perombakan pada struktur pembiayaan perusahaan. Kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar mengenai konsistensi permintaan dari salah satu pembeli terbesar mata uang kripto tersebut.

Dampak dari pengumuman perombakan modal ini langsung memukul saham Strategy yang merosot 6 persen, sekaligus menghapus separuh dari keuntungan yang diraih pada hari Senin. Investor yang semula menyambut positif rencana pembelian kembali saham dan peningkatan cadangan kas kini beralih fokus pada fleksibilitas baru perusahaan untuk menjual Bitcoin serta memprioritaskan pengelolaan neraca keuangan.

Langkah manajemen Strategy Inc. menegaskan bahwa pembelian token digital ke depan harus bersaing dengan pemanfaatan modal lainnya, seperti menjaga likuiditas dan memperkuat neraca. Di sisi lain, gambaran teknis Bitcoin terus memburuk setelah gagal mempertahankan posisi di atas level resistensi kunci, sehingga berisiko memicu penjualan lanjutan oleh investor sistematis.

"Aspek teknis Bitcoin sangat negatif belakangan ini/ Harga menembus di bawah garis leher pola head-and-shoulders pada kuartal pertama di sekitar US$80.000, lalu gagal menembus kembali di atasnya pada musim semi. Kini, harganya menembus sedikit di bawah level terendah tahun ini. Jadi, jika harga membentuk level terendah baru, hal itu akan sangat negatif dari sudut pandang teknis," kata Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co.

Nilai Bitcoin saat ini tercatat telah kehilangan lebih dari separuh nilainya jika dibandingkan dengan titik puncak pada tahun lalu yang sempat berada di atas 126.000 dolar AS. Situasi pasar semakin tertekan oleh aksi penarikan dana massal dari berbagai investasi terkait kripto.

"Apabila hal ini digabungkan dengan pengumuman bahwa Strategy Inc. menjual lebih banyak Bitcoin, kepercayaan terhadap kelas aset ini semakin memudar," kata Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co.

Fenomena keluarnya modal juga terlihat dari dana kelolaan ETF yang berfokus pada Bitcoin dengan total arus keluar mencapai lebih dari 5,1 miliar dolar AS sepanjang tahun ini. Produk IBIT milik BlackRock bahkan mencatatkan penarikan dana lebih dari 3 miliyar dolar AS sepanjang bulan Juni, menjadi rekor arus keluar bulanan terbesar dalam sejarahnya seiring sikap absennya para investor ritel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author